Selama PPKM Darurat Ada 178 Perkara, Kejari Subang : Dana Denda Tipiring Terkumpul Rp.86 Juta

124

SUBANG,Lampusatu.com – Ratusan pelanggar PPKM Darurat tercatat terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat sejak diberlakukan pada 3 juli sampai 21 Juli 2021 kemarin. Dari jumlah perkara itu, melalui sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terkumpul dana denda diatas Rp 86 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang Taliwondo kepada Wartawan, Kamis (22/7/2021).

Dijelaskan dia, tercatat sebanyak 178 perkara yang ditangani tim selama pemberlakuan PPKM Darurat lalu. Dana dari denda itu, jelas dia, nantinya akan di setorkan kepada pendapatan negara bukan pajak.

Baca juga  21 ASN-nya Terpapar Covid-19, Ini Langkah Cepat Pemkab Subang untuk Pencegahan Penularan

“Dari tanggal 3 Juli sampai 21 Juli kemarin kita sudah melakukan 5 kali sidang, yaitu 3 kali sidang di tempat dan 2 kali sidang virtual,”jelasnya .

Ditambahkan dia, selama pemberlakuan PPPKM Darurat itu, pelanggar berasal dari kalangan yang beragam. Bahkan, ada juga di antaranya dari perorangan secara pribadi, pelaku palanggaran Perusahaan , pelaku usaha kecil juga ada. Bahkan ada warga yang tidak menggunakan masker juga terjaring razia.

Baca juga  Kang Jimat Serap Aspirasi Para Petani Buah Mangga Tambakdahan Subang

“Besaran dendanya bervariasi Tidak ada yang dikurung, semuanya denda,” tambahnya.

“Kami tidak hanya memberikan sanksi denda, sebelumnya juga ada yang kita berikan teguran lisan dan teguran tulisan,” timpalnya.

Untuk sidang di tempat, Taliwondo mengatakan, sudah dilakukan di beberapa tempat berbeda sehingga masyarakat melakukan sidang juga tidak merasa direpotkan.

“Kalau di daerah Pantura kami sidang di lapangan Kecamatan Pamanukan, untuk di daerah kota kami laksanakan di Alun-Alun, kemarin yang di wilayah selatan kita gelar di Kecamatan Jalancagak,” ujarnya.

Baca juga  Rumahnya Direhab Program TMMD, Mak Dasti : Terimakasih Bapak- bapak TNI

Taliwondo mengimbau agar masyarakat bisa lebih taat terhadap aturan PPKM, karena aturan tersebut dibuat untuk menekan penularan Covid-19 khususnya di wilayah Subang.

“Sanksi itu hanya untuk efek jera saja, semoga dengan denda punya efek jera dan mereka (masyarakat) bisa lebih taat,”tandasnya.

 

Ovan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini