Connect with us

Headline

Soal Bantuan Rp.600 Ribu, Hari Ini BPJS Ketenagakerjaan Subang Tunggu Data dari Perusahaan

Published

on

Foto : Istimewa.

SUBANG,Lampusatu.com  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan langsung gerak cepat mengumpulkan rekening para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Hal tersebut menyusul adanya wacana pemberian bantuan sebesar Rp600.000 kepada para pekerja dengan gaji pas-pasan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPJS-TK Cabang Perintis Subang, Rachmat Djati mengungkapkan mulai hari ini ia sedang menunggu pihak perusahaan untuk mengirimkan data no rekening karyawannya yang dianggap berhak menerimanya.

“Data yang dimaksud sesuai skema dan kriteria Pemerintah. Informasi resmi dari pusat kan baru dari hari Jumat 7 Agustus 2020, sekarang mulai terima datanya,”ungkapnya kepada Lampusatu.com, Senin (10/8/2020) pagi.

Soal mekanisme pencairan kata Rahmat, itu akan disalurkan via rekening masing-masing kepada karyawan yang berhak menerimanya sesuai data yang diusulkan masing-masing pihak perusahaan.

“Kita cukup pengumpulam data saja,”pungkasnya .

Baca juga  BPJS Kesehatan Gelontorkan Dana Kapitasi Rp. 4 Miliar /Bulan untuk Faskes

Syarat Dapat Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah

Untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, masyarakat harus memenuhi tiga persyaratan, yakni

– Pegawai dengan Gaji di Bawah Rp 5 Juta
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menjelaskan syarat utama bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah adalah pegawai dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

“Setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan,” terang dia dalam keterangan resmi.

– Pegawai Non PNS dan Non BUMN
Syarat mendapatkan bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah selanjutnya adalah bukan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai BUMN.

“Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN,” jelas Erick.

– Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan
Terakhir, pegawai yang berhak mendapatkan bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah harus aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” papar Erick.

Baca juga  Pandemi Covid-19, Jumlah Warga Miskin Baru di Jabar Mencapai 1,7 Juta Jiwa  

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resminya juga mengatakan pegawai yang berhak harus aktif sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan agar tepat sasaran.

“Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi. Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja yang terdampak COVID-19,” kata Ida.

“Penerima subsidi gaji (bantuan Rp 600 ribu) adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

2. Cara Dapat Bantuan Rp 600 Ribu dari Pemerintah

Sementara itu, menurut Erick Tohir bantuan Rp 600 Ribu dari pemerintah akan langsung masuk ke rekening pegawai yang memenuhi syarat. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyalagunaan.

Baca juga  Gelar Tabligh Akbar, Polres Purwakarta Doakan Para Korban Gempa di NTB

Adapun, program bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah akan dimulai pada September mendatang di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

“Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di bulan September 2020 ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2020).

Galih Andika