Connect with us

Headline

Unjuk Rasa, Buruh Subang Tolak 100 Persen Kenaikan Iuran BPJS Hingga Kritisi Kinerja Disnakertrans Subang 

Published

on

Foto :  Ratusan buruh yang tergabung dalam (Aliansi Buruh Subang), diantaranya dari KASBI, FSPMI, SPMKB, SPG Yountek, dan Forum Buruh Perempuan Subang melakukan aksi Unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Subang, Rabu (6/11/2019) siang.

SUBANG, Lampusatu.com,– Ratusan buruh yang tergabung dalam (Aliansi Buruh Subang), diantaranya dari KASBI, FSPMI, SPMKB, SPG Yountek, dan Forum Buruh Perempuan Subang melakukan aksi Unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Subang, Rabu (6/11/2019) siang.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya menolak 100 persen kenaikan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan kenaikan upah minimum sektoral 20 persen di tahun 2020.

Selain itu, aksi massa buruh juga mengkritisi kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang yang dinilai buruk, dan para buruh juga menegaskan menolak gaji murah dan mendesak agar DPRD segera mengambil sikap dengan  menolak 100 persen akan rencana kenaikan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga  Pemkab Subang Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Alun- alun Subang

Salah satu perwakilan Aliansi Buruh Subang dari KASBI, Murdan menyatakan bahwa akan terus berjuang agar nasib buruh ada perubahan dan tentunya pun menolak 100 persen kenaikan iuran BPJS Ketenagakerjaan .

Istimewa

“Kami tegaskan akan terus berjuang agar nasib buruh ada perubahan. Jadi sampai titik darah penghabisan kami menolak 100 persen kenaikan iuran  BPJS Ketenagakerjaan ,”ujar Murdan

Baca juga  Lebaran, Polisi Intensifkan Pengamanan Disejumlah Wisata di Majalengka

Ia pun menegaskan, mereka menolak gaji dibawah UMK dan menolak adanya upah sektor padat karya.

“Pemerintah harus pro terhadap buruh. Kami semua meminta naiknya upah minimum sektoral di tahun 2020, serta mendesak kinerja Disnakeetrans akan lebih baik lagi. Kami menyayangkan adanya kenaikan BPJS ketenagakerjaan mencapai 100 persen. Padahal saat ini kondisi buruh di Subang memprihatinkan,”tegas Murdan.

Baca juga  Asiknya Lomba Ngaliwet Antar Desa se- Jatiluhur

Kemudian lanjut Murdan, buruh tenaganya jangan hanya diperas perusahaan, tetapi diberi gaji murah.

“Kami minta pemerintah segera menyelesaikan kenaikan upah minimum sektoral di tahun 2020. Kami juga minta upah minimum sektoral tahun 2020 naik 20 persen,”jelasnya.

Aksi massa buruh ini pun mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Subang, AKBP. Teddy Fanani S.Ik, M.H.

 

 

Wartawan : Iwan Sukmawan