Vaksin Corona Tiba di RI, Vaksinasi Tunggu BPOM dan Fatwa MUI Dulu

3

Lampusatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah akan segera merampungkan aturan rinci terkait mekanisme penyuntikan vaksin COVID-19. Aturan itu akan dikeluarkan dalam 1 atau 2 minggu ke depan.

Vaksin Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis telah tiba di Indonesia. Vaksin itu dijemput langsung menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Beijing yang dibawa menggunakan kargo khusus.

Airlangga menekankan, meski vaksin sudah tiba di Indonesia bukan berarti proses vaksinasi sudah bisa dilakukan. Masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

Baca juga  Untuk Pertahankan Lahan Pertanian, Pemkab Subang Diminta Segera Buat Perda Sawah Abadi

“Walaupun vaksin sudah datang dan berada di Indonesia, namun pelaksanaan vaksinasi masih harus melewati tahapan evaluasi dari Badan POM untuk memastikan aspek mutu keamanan dan efektifitasnya. Selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya,” ucapnya Minggu (6/12/2020).

Airlangga menjelaskan, kedatangan vaksin akan dilakukan secara bertahap. Proses vaksinasi juga akan dilakukan secara bertahap.

Baca juga  Tunaikan Janji Politik, Ruhimat Buat Program 'OMAT' Bagikan BST Rp.10 Juta/RT dan Serap Aspirasi Masyarakat

“Prioritas untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik yang telah diatur secara teknis oleh pak Menteri Kesehatan,” tambahnya.

Untuk para penerima vaksin prioritas dari program pemerintah akan diberikan secara gratis. Sementara untuk masyarakat secara luas akan diberikan dalam program vaksin mandiri secara berbayar.

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam 1-2 minggu ke depan,” tuturnya.

Baca juga  Mengejutkan, Hasil Survey Ilmiah STIMIK Subang Jimat - Akur Unggul 46,3 %, Dedi J- Budi 25,9 %, dan Imas - Sutarno 15,9 %

Airlangga berharap selama masa proses itu masyarakat masih tetap patuh dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dia berharap dengan adanya vaksin ini bisa menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini