Connect with us

Headline

Warga Asal Purwadadi Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Tarum Timur

Published

on

Foto : Warga Kecamatan Cikaum, Subang, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki, tanpa identitas mengambang di Sungai Irigasi Tarum Timur Blok Timbang Rawa, perbatasan Cikaum dan Purwadadi, Kab Subang, Minggu  (8/9/2019) siang.

SUBANG,Lampusatu.com – Warga Kecamatan Cikaum, Subang, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki, tanpa identitas mengambang di Sungai Irigasi Tarum Timur Blok Timbang Rawa, perbatasan Cikaum dan Purwadadi, Kab Subang, Minggu  (8/9/2019) siang.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cikaum, AKP Bambang Hermansyah membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di sungai irigasi tarum timur tersebut.

Baca juga  Jokowi Kenang Pesan Habibie: Tanpa Cinta, Kecerdasan Itu Berbahaya

Penemuan mayat itu, dijelaskan Kapolsek berawal dari seorang warga sekitar yang melihat jasad laki-laki mengambang, dengan mengenakan kaos berwarna merah. Minggu siang sekitar pukul 12.00 wib. Jasad pria tersebut diperkirakan berusia 45-50 an tahun.

“Setelah menerima laporan dari warga, petugas Polsek Cikaum langsung turun ke lokasi bersama warga. Jasad mayat tanpa identitas tersebut langsung dibawa ke Puksesmas Cikaum. Setelah diidentifikasi oleh unit regiden dari Polres Subang dengan diambil sidik jari, jasad itu diketahui bernama Muksin, warga asal Dusun/Desa Parapatan , Kecamatan Purwadadi, Subang,” ujar Bambang.

Baca juga  Hendak Menyalip, Pengendara Motor dan Penumpangnya Malah Tewas Tertabrak Bus di Jalan Ciater

Bambang menyebut untuk sementara tidak terlihat bekas bekas penganiayaan di tubuh korban. Baik oleh benda tumpul maupun tajam.

“Diperkirakan pria tersebut meninggal pada pagi hari karena tubuhnya masih lentur belum manjadi kaku,” katanya.

“Saat ini jasad Muksin masih berada di Puskesmas Cikaum. pihak keluarga sudah di kasih tau, saat ini katanya sedang dalam perjalanan untuk mengambil kesini,”pungkasnya.

Baca juga  Tanggul Saluran Sekunder Jebol, Ribuan Hektar Sawah di Kecamatan Dawuan Terancam Kekeringaan

 

Wartawan : Iwan Sukmawan