Connect with us

Hot News

Prostitusi Online, PSK : Tarif Rp 500 Ribu Sekali Kencan

Published

on

Foto : Ilustrasi

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Maraknya prostitusi online di purwakarta, tak lepas dari banyaknya pengguna jasa para wanita penjaja cinta satu malam oleh para lelaki hidung belang.

Dari hasil wawancara secara langsung dengan para penjaja sek komersial (psk), umumnya mereka mulai melayani tamu para hidung belang pada malam hari hingga menjelang pagi hari.

Ada beberapa psk yang berhasil ditemui dan bersedia wawancara, namun tidak sedikit pula yang menghindar enggan di wawancara dengan alasan karena merasa takut dan malu.

Wanita malam yang bersedia di wawancara meminta beberapa persyaratan, pada umumnya minta pertemuan siang hari diatas pukul 14.00 WIB dan nama aslinya tidak di publikasikan. Menurutnya, bila pagi hari mereka beralasan masih istirahat tidur, karena malamnya cape habis melayani para lelaki buaya darat.

Baca juga  Anggota DPRD Karawang Penyebar Meme Habib Rizieq - Amien Rais Minta Maaf

“Siang jam 2 ya kita ketemu, tapi ga ada foto-foto wajah. Ga enak kalau sampai ketauan sama keluarga apalagi anak-anak,” ujar Jelita (nama samaran) diujung seluller.

Setelah janjian kemudian selanjutnya melakukan pertemuan, Jelita yang memiliki wajah kas asia dengan bodi tubuh yang memikat datang dengan ditemani seorang wanita paruh baya.

“Saya biasa mangkal di sini, dikontrakan ini. Biasanya para langganan janjian dulu baru kesini, soalnya saya ga stay di disini harus bolak balik bandung-purwakarta,” kata Jelita mengawali pembicaraan.

Jelita beralasan, biasanya dirinya harus pulang pagi-pagi setelah subuh untuk mengurus keperluan anak-anaknya yang harus pergi ke sekolah.

“Sekarangkan libur sekolah, jadi bisa pulang sore atau siang hari. Saya single parent, kalau punya suami ga mungkinlah kerja ginian. Saya pengen minum ya,” jelas Jelita, sambil meminta sebotol kecil minuman keras sambil di oplos dengan minuman berenergi.

Baca juga  Jenazah Robiyanti TKW dari Taiwan Tiba di Rumah Duka Subang

Melakukan pekerjaan menjual kemolekan tubuhnya dijalani Jelita baru sekitar satu bulan, itupun tidak dilakukan setiap malam karena harus mengurus keluarganya di bandung.

“Tadi malam kan sudah, lumayanlah melayani 5 orang sampai menjelang subuh. Satu kali kencan tarifnya 500 ribu, jadi bisa dihitung berapa pendapatan dalam satu malam,” beber Jelita tanpa tedeng aling-aling, sambil sesekali meneguk miras tanpa sungkan.

Hari ini, lanjut Jelita, libur sore nanti mau pulang ngurus dulu anak-anak. Walaupun libur sekolah, tetap saja kan namanya anak-anak butuh perhatian dari orang tuanya.

“Punya anak dua yang masih sekolah, kemudian juga masih punya bayaran kredit motor, bayar pinjaman bulanan bekas suami yang menggadaikan sertifikat rumah ke bank dan sesekali memberi uang kepada orang tua,” beber Jelita, sambil sesekali tertunduk karena harus menanggung berbagai beban hutang sendirian.

Baca juga  Kades Cisampih Nyatakan Siap Diturunkan dari Jabatannya

Tak terasa sudah satu jam kami ngobrol-ngobrol tentang pahitnya kehidupan, sehingga Jelita harus menjalani pekerjaan kotor sebagai wanita penghibur lelaki hidung belang.

“Kadang suka sakit hati, mentang-mentang saya di bayar. Kebanyakan langsung main t*nd*h aja, gurubug gurubug sudah weh pergi seperti ayam aja pada sebentar. Gimana mau terasa nikmat, yang ada malahan sakit hati. Cariin kerjaan yang halal atuh bang,” tandas Jelita, mengakhiri pembicaraan sambil meminta dicarikan pekerjaan yang lebih layak.

Sumber : Pojokjabar