Connect with us

Hukum

Cabuli Bocah, Buruh Pabrik di Purwakarta Diciduk Polisi

Published

on

Foto : Suhendi als suhe (44), warga Desa Dawuan timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang yang berprofesi sebagai buruh pabrik di Kabupaten Purwakarta diciduk polisi atas tuduhan mencabuli bocah perempuan usia enam tahun.

PURWAKARTA,Lampusatu.com  – Suhendi als suhe (44), warga Desa Dawuan timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang yang berprofesi sebagai buruh pabrik di Kabupaten Purwakarta diciduk polisi atas tuduhan mencabuli bocah perempuan usia enam tahun.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Satuan Reserse kriminal, Ipda Suherlan, saat ditemui di ruangan kerjanya menjelaskan krologis kejadian.

Kejadian berawal pada Rabu (7/8/2019) di rumah pelaku di Kp. Babakan Bandang, RT 06/03 Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta. Saat itulah diduga pelaku melakukan aksi tak senonoh pada korban, yang diketahui berisial NR (6).

Baca juga  Kedapatan Miliki Narkoba, Dua Pemuda Diringkus Satresnarkoba Puwakarta

“Pada saat itu korban main ke rumah pelaku dengan maksud untuk bermain dengan anak pelaku. Tapi pelaku langsung mengajak korban untuk di mandikan, yang mana pada saat itu yang ada di dalam rumah hanya pelaku dengan korban,” kata Suherlan, Jumat (10/8/2019)

Awalnya, lanjut dia, pelaku membuka celana korban kemudian pelaku membuka celananya dan korban pun diamandikan.

Baca juga  Operasi Pekat Lodaya 2019 , Petugas Gabungan Razia Kendaraan Bermotor

“Usai diamandikan lalu korban digendong oleh pelaku dibawa kedalam kamar, lalu pelaku menggesek-gesekan alat kelaminnya ke alat kelamin korban,” jelasnya.

Suherlan menambahkan, kasus ini terungkap karena korban melaporkan kepada orang tuanya tentang perlakuan yang dilakukan tersangka kepada dirinya.

“Orangtua korban tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh sehingga ia langsung melapor ke Polsek Campaka. Pada tanggal 8 Agustus 2019, pelaku diserahkan keluarga bersama anggota Polsek Campaka kepada kami,” ujarnya.

Baca juga  Polres Purwakarta Lakukan Tes Urine Anggotanya

Atas perbuatannya, lanjut Kanit PPA, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No. 17 thn 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 thn 2002 tentang perlindingan anak.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.

 

 

Wartawan : Alif