Ngaku Dukun, Kakek di Purwakarta Cabuli Pasiennya

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Muri (60) warga Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang diringkus Polres Purwakarta. Kakek itu tega mencabuli seorang gadis NEY (17), warga Kiarapedes, Purwakarta.

Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan aksi bejat itu dengan modus mampu mengusir makhluk halus yang mengganggu korban.

“Pelaku M bercerita bahwa dirinya sanggup mengobati yang diderita korban kemudian pelaku membawa korban ke kamar selanjutnya dilakukan cabul,” ujar Kanit PPA Polres Purwakarta Aiptu Agus Permana kepada detikcom, Jumat (16/10/2020).

Baca juga  Modus Baru Bobol Uang di ATM 'Ngelem', BI: Hati-Hati

Agus menjelaskan kronologis pelaku dapat menggerayangi tubuh korban. Bermula dari pelaku bertamu kepada orang tua korban dengan tujuan menagih utang piutang gadai kendaraan, Enung ibu korban mengenalkan korban NEY kepala pelaku dan bercerita jika NEY diduga kerasukan makhluk halus.

Karena melihat kemolekan tubuh korban, pelaku M mengaku mampu mengusir makhluk halus yang berada di tubuh korban, karena tidak menaruh curiga ibu korban dan korban menyetujui dan melakukan ritual pengobatan di kamar korban.

Baca juga  Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas 1 Hektar di Lembang
Baca juga  Gorok Leher Teman Sendiri, Dua Pengamen Ditangkap Polisi

“Pelaku melakukan aksinya dengan cara membekap mulut korban dan selanjutnya memegang payudara dan kemaluan korban,” kata dia.

Aksi bejat pelaku terungkap ketika korban mengadu perbuatan pelaku ke orang tuanya, selanjutnya orang tua melaporkan ke polisi.

“Pelaku kami tangkap di rumahnya di Subang setelah ada laporan dari korban, untuk sementara melakukannya satu kali. Kami masih terus dalami dikhawatirkan ada korban lain,” ucapnya.

Sementara pelaku mengaku khilaf karena melakukan aksi tersebut, kakek beranak empat dan bercucu satu ini masih memiliki istri.

Baca juga  KPK : Bupati Cirebon Diduga Patok Setoran Dalam Mutasi Jabatan

“Saya khilaf, gelap mata. Saya masih punya istri cuma jarang main dengan istri,” ungkap pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI No.1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang, dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.

Sumber : detik.com

Berita terbaru

OPINI : Islam Menyelesaikan Permasalahan Buruh Perempuan

Pengesahan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR, menimbulkan reaksi luarbiasa. Baik masyarakat secara umum maupun dikalangan buruh dan mahasiswa. Sontak demonstrasi penolakanpun terjadi hampir...

Marinir Secara Persuasif Ajak Demonstran Bubarkan Diri 

Lampusatu.com - Dispen Kormar (Jakarta). Pasukan Marinir yang tergabung dalam Pengamanan Unjuk Rasa di seputaran Patung Kuda Monas Jakarta Pusat secara persuasif meminta agar...

Indonesia Mau Bikin Tim MotoGP, Segini Biaya yang Dibutuhkan

JAKARTA,Lampusatu.com - Indonesia akan terjun langsung ke ajang balapan MotoGP seiring rencana membentuk tim Moto2. Biaya berlaga di kompetisi tersebut tidak murah, butuh menyiapkan budget hingga...

Berita Terkait

OPINI : Islam Menyelesaikan Permasalahan Buruh Perempuan

Pengesahan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR, menimbulkan reaksi luarbiasa. Baik masyarakat secara umum maupun dikalangan buruh dan mahasiswa. Sontak demonstrasi penolakanpun terjadi hampir...

Marinir Secara Persuasif Ajak Demonstran Bubarkan Diri 

Lampusatu.com - Dispen Kormar (Jakarta). Pasukan Marinir yang tergabung dalam Pengamanan Unjuk Rasa di seputaran Patung Kuda Monas Jakarta Pusat secara persuasif meminta agar...

Indonesia Mau Bikin Tim MotoGP, Segini Biaya yang Dibutuhkan

JAKARTA,Lampusatu.com - Indonesia akan terjun langsung ke ajang balapan MotoGP seiring rencana membentuk tim Moto2. Biaya berlaga di kompetisi tersebut tidak murah, butuh menyiapkan budget hingga...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini