Sosok Bayi yang Ditemukan di Toilet Pabrik Subang Hasil Hubungan Gelap

47

SUBANG,Lampusatu.com – Polres Subang berhasil mengungkap sosok pembuang bayi di tong sampah toilet salah satu perusahaan swasta yang berada di Kecamatan Cipeundeuy Subang beberapa waktu lalu.

Pelaku ternyata ibu kandungnya sendiri. Bayi berjenis kelamin laki-laki berumur tujuh bulan  itu diketahui merupakan hasil hubungan gelap.

Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan Widiyanto didampingi  mengatakan, pelaku merupakan karyawati di pabrik tersebut.

“Pelaku adalah ibu bayi tersebut, ia beralamat di Ciasem Subang, menurut keterangan pelaku, bayi tersebut hasil hubungan gelap pelaku dengan pacaranya,” papar Kapolres ketika diwawancara awak media di Mapolres Subang, Jumat (26/2/2021) dilansir dilaman Tribunjabar.com.

Baca juga  Bandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Lebih lanjut diterangkan Kasat Reskrim Polres Subang AKP Wafdan Muttaqin, bayi tersebut berjenis kelamin laki.

“Pelaku SM menggugurkan kandungannya dengan cara sehari sebelum menggugurkan meminum obat,” papar Kasatreskrim Polres Subang.

“Setelah meminum obat tersebut, pelaku kemudian merasa mulas lalu menggugurkan kandungannya di tong sampah toilet pabrik tersebut,” katanya.

Sementara mengenai status pacar pelaku saat ini hanya sebagai saksi.

Baca juga  Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Kebun Bambu Desa Margasari

“Kita sedang berbicara, ini adalah kasus pembunuhan, pacaranya sendiri melakukan hubungan tersebut dengan pelaku tidak dalam paksaan, sementara pacarnya juga tidak tahu kalau pelaku hamil, dalam hal ini mereka suka sama suka, pelakupun melakukan hubungan tersebut secara sukarela,” papar Kasatreskrim ketika dikonfirmasi Tribun.

Lebih lanjut diungkapkan Kasatreskrim, pihak keluarga sendiri tidak tahu jika pelaku sedang hamil.

Baca juga  OTT Bupati Nganjuk, KPK Sita Duit Ratusan Juta

“Kalau usia kandungan saat itu usia tujuh bulan, bahkan keluarga sendiri baru tahu setelah ada perkara ini,” pungkasnya.

Diketahui saat ini pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan delik sangkaan pasal 80 ayat 3 Jo 76C, pasal 54A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini