Connect with us

Inspiratif

25 Tahun Berjualan Rujak, Zaenah dan Suami Akhirnya Berangkat Haji  

Published

on

Foto : Zaenah (55), pedagang rujak warga Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur yang tahun ini bisa berangkat haji bersama suaminya.

GRESIK,Lampusatu.com – Asal ada niat kuat, di situlah pasti ada jalan. Kata-kata inilah yang dipegang oleh pasangan Ajmain (60) dan Zaenah (55), warga Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Sebab dari hasil jualan rujak dan gorengan di warung berukuran 2×3 meter yang terletak di teras rumahnya, pasangan tersebut akhirnya memenuhi impian mereka untuk pergi menunaikan ibadah ke Tanah Suci tahun ini.

“Saya jualan ini (dari pagi) hingga sore, sejak anak saya yang pertama sekolah TK (taman kanak-kanak), sekitar 25 tahun lalu. Hasilnya, dikit-dikit ada yang sengaja saya sisihkan untuk ikut arisan di kampung,” kata Zaenah saat ditemui di rumahnya, Rabu (10/7/2019).

Baca juga  Pengaruh Media Sosial Dalam Politik Generasi Milenial

Menurut Zaenah, setiap hari ia biasa mendapatkan uang dari hasil penjualan rujak dan gorengan hingga Rp 500.000. Namun hasil ini masih kembali diperuntukkan guna keperluan membeli bahan untuk berjualan esok harinya, dengan sebagian lagi digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dari sebagian uang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari tersebut, Zaenah tidak lupa menyisihkan uang untuk membayar arisan di kampungnya sebesar Rp 30.000, dengan hasil yang didapatkan bisa mencapai Rp 6 juta.

“Uang itu (hasil arisan) yang kemudian saya tabung, dan ada juga yang saya belikan emas. Hingga akhirnya saya buat daftar haji, alhamdulillah tahun ini dapat panggilan,” tutur dia.

Baca juga  Jaja Sonjaya, Peternak Tikus Putih  Sukses Asal Pabuaran Subang

Zaenah dan Amijan mengaku mendaftar sebagai calon jemaah haji sejak 2010 silam, dan setelah menunggu kurang lebih 9 tahun akhirnya mereka berdua diumumkan oleh Kementerian Agama sebagai calon jemaah haji asal Gresik yang berangkat pada tahun ini. Menurut jadwal, pasangan Zaenah dan Amijan tergabung dalam kloter 57 dan akan berangkat pada 24 Juli 2019. Mereka tergabung dalam embarkasi Surabaya, dengan lebih dulu berkumpul di Asrama Haji Sukolilo sebelum diberangkatkan melalui Bandara Juanda.

“Alhamdulillah, rasanya senang sekali dapat panggilan bisa menunaikan ibadah haji bersama suami,” ucap ibu tiga anak ini. Berdasarkan catatan Kantor Kemenag Gresik, sebanyak 2.135 calon jemaah haji berangkat dari Gresik tahun ini. Mereka terbagi dalam lima kloter, dari kloter 55 hingga 59.

Baca juga  Pengrajin Wayang Golek Asal Purwakarta di Balik Kesuksesan Dalang Asep Sunandar Sunarya

Rencananya, calon jemaah haji kloter 55 dan 56 diberangkatkan dari Gresik menuju Asrama Haji Sukolilo pada tanggal 23 Juli 2019, kemudian kloter 57 dan 58 satu hari berselang. Disusul kloter 59 diberangkatkan pada tanggal 25 Juli 2019 pagi. Calon jemaah haji termuda asal Gresik pada tahun ini tercatat atas nama Dela Aimmatul Maghfiroh (19), warga Desa Betoyo Kauman, Kecamatan Manyar, Gresik. Sementara calon jamaah haji tertua atas nama Tunayah (90), warga Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

Sumber : Kompas.com