Kisah Perjuangan Anak Petani Lulus Cumlaude dengan IPK 3,88

17

Lampusatu.com – Banyak yang beranggapan anak seorang petani tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Namun, mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Administrasi Bisnis bernama Ijal Pratama Putra berhasil mematahkan anggapan tersebut.

Pria yang akrab disapa Ijal ini merupakan anak dari seorang petani di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ia berhasil lulus dengan IPK cumlaude 3,88 pada wisuda ke-162, Selasa (18/5/2021).

Dikutip dari laman resmi Undip, Ijal harus berjuang keras untuk dapat mengenyam bangku kuliah. Usai lulus dari SMK ia sempat mengalami kesulitan dana guna melanjutkan pendidikannya. Namun, ia bertekad harus mampu kuliah.

Akhirnya, ia diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip. Kala itu, anak petani itu bahkan masih kesulitan. Berbagai pekerjaan ia lakoni demi bertahan hidup di kota Semarang.

Baca juga  Andika Sutoro Putra, Pemuda Asal Singkawang yang Kaya Raya dari Investasi Saham

“Pada awal kuliah di Semarang saya hanya berbekal uang tujuh puluh lima ribu rupiah dan tidak tahu harus tidur dimana sehingga saya bekerja serabutan, pernah bekerja sebagai penjaga warung Kue Pancong bahkan sebagai buruh bangunan demi bisa bertahan hidup di kota Semarang,” kenangnya.

Dengan penuh ketekunan dan kerja keras, Ijal akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa dari Kabupaten Rembang. Ia pun mulai fokus mengembangkan ketertarikannya pada dunia bisnis.

Berbagai perlombaan bisnis ia ikuti untuk mengasah keterampilannya. Ijal pun mendapatkan banyak penghargaan dan juara, mulai dari Juara 1 Business Plan Competition Management Entrepreneur Championship di Bosowa University Makassar hingga Juara 3 di Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) 2020, NRCT (National Research Council of Thailand).

Baca juga  Empat Fakta Menarik Dari Sosok Bung Tomo,  Pahlawan Indonesia

Ia pun berpesan kepada para generasi muda untuk memiliki prinsip dalam hidupnya. Dengan begitu, akan banyak kemampuan yang bisa diasah dan dikembangka.

“Apapun yang kita jalani saat ini niatnya adalah untuk ibadah, jangan hanya berprinsip hidup mengalir mengikuti air, sebab yang mengikuti air mengalir hanyalah kotoran dan ikan mati. Jadilah pribadi yang berbeda dan konsisten menekuni skill yang kita suka dan punya, maka dunia yang akan mencari kita,” imbuh dia.

Baca juga  Pemuda Pabuaran Subang Dulang Rupiah dengan Sulap Kaleng Bekas Jadi Barang Seni

Saat ini Ijal tengah melanjutkan pendidikan S2-nya di Undip. Ia mengambil jurusan Administrasi Bisnis dalam program Fast-track dan berharap akan ada banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti dirinya kelak.

“Saat ini saya sedang menempuh pendidikan program Fast-track S2 jurusan Magister Administrasi Bisnis di Undip, semoga Undip terus meningkatkan kualitas dan pelayanan serta semakin banyak lagi beasiswa dari Undip terkhusus untuk perkuliahan S2, agar siapapun memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi,” tutup dia.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini