Prajurit Kodim 0605 Subang, Serka Sumarna Ubah Sampah Organik Jadi ‘Dollar’ Dengan Cara Ini !

115

SUBANG,Lampusatu.com – Di tengah pandemi Covid-19, semua prajurit Kodim 0605 Subang dituntut untuk terus berinovasi. Salah satunya yang dilakukan Babinsa Kelurahan Karanganyar anggota Koramil 0501/Subang kota.

Ia berhasil memanfaatkan ulat Maggot atau belatung untuk mengurai sampah organik. Yang kita ketahui saat ini menjadi persoalan bagi Pemerintah.

Adapun Ulat Maggot yang dimanfaatkan Prajurit Kodim 0605 Subang sebagai media pengurai sampah organik seperti sayuran, buah, nasi dan roti atau pun sampah rumah tangga lainnya.

Salah seorang Babinsa Koramil 0501/Karang anyar yang memelihara ulat Maggot, Serka Sumarna menyampaikan, dirinya mengembangkan ulat Maggot secara tradisional. Awalnya mengembangkan maggot tersebut, dengan perintah Kasad dalam program ketahanan pangan.

Baca juga  Cantiknya Rhaisya Candrika, Juara Pertama Ajang Putri Remaja Purwakarta 2021

“Hampir setiap hari sampah organik dibuang begitu saja. Sehingga saya coba budidaya maggot untuk mengurangi sampah organik tersebut. Kebetulan juga ada sedikit ilmu,”ungkap Sumarna kepada Lampusatu.com saat ditemui dikediaman rumahnya, Rabu (16/6/2021/).

Istimewa

Sumarna pun menjelaskan, budidaya maggot tidak sulit. Super mudah, makanan maggot juga sampah organik yang di dapat dari para tetangga rumahnya, dapat dari pasar seperti buah dan sayuran yg udah busuk.

Baca juga  Kisah Inspiratif Roni Bodax, Pria Bertato yang Kini Hijrah Jadi Pendakwah

“Alhamdulillah dengan budidaya ini cukup membantu buat perekoniman masyarakat di kabupaten Subang. Sudah ada 4 kelompok yang budidaya magot di kabupaten subang, apalagi di pandemi covid 19 ini, ekonomi sangat susah,”terangnya.

“Jadi kalau ada sampah sayuran atau buah ya, itu saya beri makan ke Maggot, kadang saya beli dari masyarakat sampah- sampah rumah tangga biar masyarakat pun ada penghasilan,”timpalnya .

Baca juga  Hmmm, Penjual Kopi Super Cantik Ini Ternyata Mantan Pramugari

Sementara itu, Dandim 0605/Subang, Letkol arh Edi Maryono mengungkapkan, budidaya ulat Maggot yang dilakukan anggotanya dapat ditiru oleh anggota lainnya maupun warga masyarakat.

Hal ini, kata Dandim, juga untuk menciptakan lingkungan bersih dari sampah dan memberi nilai ekonomis bagi yang memiliki ternak.

“Kami sangat mendukung yang telah dilakukan oleh Serka Sumarna tersebut. Karena, dengan budidaya Magot, secara tidak langsung, Serka Sumarna juga sudah membantu menangani permasalahan sampah yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

 

Ovan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini