Pria Asal Pagaden Barat Subang Ubah Paralon Jadi Miniatur Motor

SUBANG,Lampusatu.com – Pandemi COVID-19 tidak hanya memberi dampak terhadap kesehatan saja. Namun juga berdampak buruk ke kondisi perekonomian.

Berbagai kegiatan usaha terpaksa terhenti imbas dari merebaknya virus Corona yang telah merenggut banyak nyawa. Kondisi itu mengakibatkan banyak pegawai harus kehilangan pekerjaannya akibat kena PHK.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Herman (32), warga Tanjungjaya, Desa Manjul, Kecamatan Pagaden Barat, Subang. Ia terpaksa harus berhenti kerja karena tempatnya bekerja harus tutup sementara gegara COVID-19.

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat dan tetap berjuang di tengah kesulitan yang ada. Dia kini memulai usai kecil dengan penuh ketekunan.

Melalui tangan kreatifnya dia mampu menciptakan kerajinan miniatur motor berbahan dasar paralon. Sejak saat itu, belasan motor berbagai jenis sudah ia ciptakan mulai dari motor kekinian hingga motor jadul.

Baca juga  Gol A Gong : Dengan Membaca dan Olahraga Saya Bisa Keliling Dunia

“Awalnya terjadi virus corona, mungkin di situ susah nyari kerjaan lain karena kerja saya yang biasa saya kerjakan sehari-hari kan di tutup sementara karena ada wabah virus Corona, saya coba memperdalam miniatur yang dulu sempat vakum selama tiga tahun enggak buat lagi, saya coba dijadikan usaha awal,” ungkap Herman perajin miniatur saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/09/2020).

Baca juga  Inilah 5 Fakta Hari Pendidikan Nasional dan Sosok Ki Hadjar Dewantara

detikcom berkesempatan melihat langsung proses pembuatan miniatur motor yang unik itu. Herman memulainya dengan memotong dan membelah paralon sebagai bahan utama. Kemudian meratakannya dengan sedikit dipanaskan.

Baca juga  Penggagas Jalancagak Campernik, H.Aseng : Subang "Gula Pasir"

Langkah selanjutnya Herman membuat pola motor yang akan di buat, hanya dengan melihat gambar motornya ia membuat sketsa bodi. Sedangkan untuk rangka motor, Herman menumpuk bahan paralon dan menghaluskannya hingga berbentuk seperti batang dan kemudian di rangkai.

Sementara untuk bagian mesin, bahan paralon di potong menyerupai bentuk mesin aslinya kemudian satu persatu bentuk itu di tumpuk dan jadilah sebuah mesin motor.

“Saya bentuk dengan cara saya meluruskan pipa paralon, saya gunting sesuai pola bentuk motor yang diinginkan si pemesan. Kesulitan dari segi mesin karena harus detail,” ujarnya.

Setelah selesai dibentuk bagian demi bagian, kemudian untuk proses penyelesaian ia berikan sentuhan warna. Namun karena keterbatasan alat ia memanfaatkan barang yang ada di rumah untuk dijadikan sebuah alat layaknya kompresor untuk pengecatan.

Baca juga  Inilah 5 Fakta Hari Pendidikan Nasional dan Sosok Ki Hadjar Dewantara

“Untuk pembuatan satu unitnya bisa makan waktu satu minggu sampai satu bulan tergantung tingkat kesulitan,” jelas bapak dua anak itu.

Hasil karya seninya sudah laku terjual ke sejumlah wilayah di tanah air seperti Jakarta, Bandung, Medan dan Jawa Tengah. Ia banderol harga satu unitnya mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 2 Juta.

Baca juga  Nicke Widyawati Dirut Pertamina, Menempati Urutan ke-16 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Adapun bahan yang digunakan paralon ukuran 5/8 inch, PVC form board, batang Korek kuping, paku kecil, lem perekat, dan cat.

 

Sumber ; detik.com

Berita terbaru

Tetap Waspada ! Kasus Positif Covid-19 di Kab.Subang Kembali Melonjak Tinggi

SUBANG,Lampusatu.com - Dalam sepekan ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang kembali melonjak tajam.Dalam dua hari terakhir ini saja, 24 - 25 Oktober...

Ikut Bersihkan Sampah, Anggota TNI di Sumedang Ini Masuk Selokan

SUMEDANG,Lampusatu.com - Aksi bersih-bersih kembali dilakukan Anggota TNI dari Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang. Heroiknya, para tentara tak segan masuk ke selokan. Sebelumnya di laporkan, pada Kamis (22/10/2020)...

Wabup Subang Ikuti Gowes Tipis-tipis Bareng Supel

SUBANG,Lampusatu.com -Dalam rangka anniversary ke-1 Subang Sepeda Lipat (Supel) diadakan sepeda sehat dengan peserta seluruh pengguna sepeda lipat, Minggu (25/10/20).Gowes tipis-tipis itu dilepas dan...

Berita Terkait

Tetap Waspada ! Kasus Positif Covid-19 di Kab.Subang Kembali Melonjak Tinggi

SUBANG,Lampusatu.com - Dalam sepekan ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang kembali melonjak tajam.Dalam dua hari terakhir ini saja, 24 - 25 Oktober...

Ikut Bersihkan Sampah, Anggota TNI di Sumedang Ini Masuk Selokan

SUMEDANG,Lampusatu.com - Aksi bersih-bersih kembali dilakukan Anggota TNI dari Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang. Heroiknya, para tentara tak segan masuk ke selokan. Sebelumnya di laporkan, pada Kamis (22/10/2020)...

Wabup Subang Ikuti Gowes Tipis-tipis Bareng Supel

SUBANG,Lampusatu.com -Dalam rangka anniversary ke-1 Subang Sepeda Lipat (Supel) diadakan sepeda sehat dengan peserta seluruh pengguna sepeda lipat, Minggu (25/10/20).Gowes tipis-tipis itu dilepas dan...

Siap-siap Tahan Napas, Bau Busuk Sampah yang Berserakan di Kecamatan Jalancagak

SUBANG,Lampusatu.com - Tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan perbatasan Desa Jalancagak dan Desa Sarireja Kecamatan Jalancagak Subang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.Berdasarkan Lampusatu.com, Minggu (25/10/2020)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini