Connect with us

Liputan Khusus

Bastian Riyadhi, Mengubah Limbah Sampah Menjadi Seni Lukis “Bottle Painting”

Published

on

Foto : Salah satu hasil karya Bastian Riyadhi Pemuda kreatif yang membuat karya seni Bottle Painting.

SUBANG, Lampusatu. com, – Persoalan sampah ataupun limbah selalu menjadi topik hangat yang kerap kali diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya,  sampah dan limbah selalu identik penyebab utama terjadinya bencana banjir dan pencemaran terhadap lingkungan.

Berbeda dengan seorang pemuda asal Subang Bastian Riyadhi, yang belum lama ini namanya populer dijagat dunia maya melalui karyanya merubah limbah sampah menjadi seni lukisan botol atau disebut Bottle Painting. 

Buah tangan yang diciptakan oleh pemuda kelahiran tahun 1985 ini mampu mengundang perhatian para netizen. Betapa tidak,  botol yang tadinya hanya berbentuk polos disulap menjadi beragam seni lukis yang super keren yang membuat mata yang memandangnya melotot.

Baca juga  Pedro Pimpin Kwarran Subang Masa Periode 2018-2023

Saat ditemui redaksi Lampusatu.com, Bastian mengaku mulai terjun di dunia senilukis botol dari tahun 2016 lalu.

Hal tersebut, kata dia,   berangkat dari rasa keprihatinan dirinya dengan banyaknya limbah botol yang mencemari lingkungan dan mengganggu keindahan kota.

“Jadi saya ambil aja botol-botol ini untuk dijadikan sebuah mahakarya senilukis “Bottle Painting”,”ungkap Bastian.

Baca juga  Gunung Hejo di Purwakarta Tempat Patilasan Kasuhunan Prabu Siliwangi

Awalnya lanjut dia,  juga cuma iseng-iseng  berkarya melukis dibotol untuk sebatas pajangan dirumah . Tapi lama kelamaan banyak orang-orang yang tertarik dan suka sama karya Bottle Painting yang ia buat sendiri.

“Alhamdulillah hasil karya senilukis dari Limbah botol ini banyak peminatnya, sampai Bottle Painting ini diliput oleh TV nasional dari mulai iNews, Metro TV, Net TV, indosiar, Trans7. Dan kemarin Alhamdulilah Live di Kompas TV,”jelasnya.

Baca juga  H+5 Lebaran, Arus Balik di Ruas Tol Cipali KM 73 Ramai Lancar

Untuk proses pembuatannya lanjut dia, masih dalam konsep home industri. Ia juga mengaku,  cukup aktif mengikuti beragam acara dengan membuka stand boot untuk mempromosikan kerajinan bootle paintingnya tersebut.

“Saya senang bermain sama limbah dari dulu juga, karena buat Saya limbah adalah teman buat berkreasi,”pungkasnya.