Kadinkes Subang : Pedagang Harus Tolak Pembeli yang Tak Gunakan Masker

3

SUBANG,Lampusatu.com – Pasar Tradisional menjadi salah satu tempat yang rawan terhadap penularan virus Covid-19.

Untuk mencegah terjadinya klaster baru covid-19 di pasar tradisional tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. H. Nunung syuhaeri , MARs dengan tegas kepada para pengelola pasar harus memberlakukan aturan ketat kepada seluruh pembeli saat berada dalam area pasar, salah satunya menolak pengunjung masuk pasar jika tidak menggunakan masker.

“Pemberlakuan aturan menggunakan masker itu tentunya untuk menjaga kesehatan pembeli dan penjual. Pembeli dan pedagang wajib menggunakan masker saat berada dalam lingkup pasar. Ini kami lakukan untuk melindungi semuanya. Pedagang harus tolak pembeli yang tak gunakan masker,”ungkap Kadinkes Subang yang juga perwakilan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Lampusatu.com, Kamis (24/9/2020) sore.

Baca juga  Rumah Kuno di Purwakarta, Saksi Bisu Kegigihan Anak Bupati Brebes Mengusir Penjajah

Untuk pelaksanaan di lapangan kata dia, bisa melibatkan para pengelola pasar  untuk diawali mendata berapa jumlah pedagang , kemudian berasal dari mana? Hal tersebut sebagai deteksi dini untuk pencegahan virus covid-19.

“Selain ketat dalam pengnggunaan masker , melalui dinas terkait juga sebelumnya menghimbau agar seluruh pertokoan menyediakan hand sanitizer dan keran untuk cuci tangan,”terangnya.

Baca juga  Dinilai Menyudutkan dan Arogan Memimpin Persidangan Tipiring PPKM Darurat di Subang, Hakim Tunggal Akan Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Adapun peningkatan jumlah kasus positif covid-19 di Subang lanjut dia,  menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Namun tren penambahan kasus positif Covid-19 tersebut ditegaskan dia, bukan berarti tim gugus tugas covid-19 tidak bekerja, namun sebaliknya berkat kerja keras untuk melakukan tracing dan melakukan tes swab menyasar ribuan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Baik itu lingkungan Pemkab Subang, pasar tradisional, intasi perkantoran, perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.

“Berdasarkan catatan kami, dari jumlah kasus positif Covid-19 241 orang, yang telah selesai isolasi alias sembuh itu 225 orang. Itu artinya lebih dari 90 persen pasien positif Covid-19 di Subang sembuh. Adapun 12 orang yang meninggal akibat Covid-19, sampai hari ini 12 orang. Namun mereka semua terkonfirmasi juga memiliki penyakit penyerta, seperti riwayat penyakit TBC, asma, hipertensi, dan lainnya,”jelasnya.

Baca juga  5 Hari Jelang Pilkada, Ini Beragam Komentar Warga Purwakarta yang Bikin "Ngakak"

Untuk mempersempit ruang gerak virus ini, lanjut dia, di tingkat Kecamatan hingga desa dibentuk satgas penanganan Covid-19.

“Berbagai upaya dalam bentuk ikhtiar melawan Covid-19 kami lakukan untuk warga Subang agar bisa kembali menjalankan aktivitas lainnya,”tandasnya.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini