Program Ketahanan Pangan, Kang Jimat Gandeng TNI Optimalisasi Ribuan Hektar Lahan Perhutani di Subang

3

SUBANG,Lampusatu.com – Ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19, membuat Bupati Subang H.Ruhimat menyatakan keseriusannya untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan sebagai bentuk dukungan atas program yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurut Kang Jimat sapaan akrab Bupati H.Ruhimat, untuk menghadapi ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama yang kuat antara berbagai pihak dengan fokus pada pembentukan lumbung pangan.

Selain itu, pembangunan ketahanan pangan memerlukan penanganan terintegrasi dan saling berinergi antar pihak untuk penyamaan persepsi, dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Terkait hal ini, Pemkab Subang telah meletakan pembangunan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah sesuai arahan Bapak Presiden (Joko Widodo), dampak pandemi Covid-19 tak hanya kesehatan saja. Tetapi, dampak ekonomi juga sangat dirasakan masyarakat, tak terkecuali bagi warga masyarakat Subang ujar Kang Jimat, saat ditemui usai melaunching ekspor arang ke Arab Saudi, Rabu (16/9/2020)

Baca juga  Sapta Hadiwinata Beberkan Cara Pengajuan Klaim Santunan Jasa Raharja Bisa Cair

Oleh karena itu, Kang Jimat mengatakan pihaknya berusaha memanfaatkan lokasi lokasi yang bisa digunakan untuk ketahanan pangan, diantaranya di kawasan hutan Perhutani KPH Purwakarta. Nantinya, kegiatan program ketahanan pangan ini melibatkan pemerintah, petani dan pihak pihak lainya.” Mudah mudahan melalui program ini bisa mengatasi ancaman dari krisis pangan dunia,” ucapnya.

Foto : Bupati Subang, H.Ruhimat didampingi pihak perhutani saat meninjau lokasi lahan program ketahanan pangan di Kecamatan Serangpanjang, Subang.

Sebagai langkah serius Pemkab Subang menyangkut program ketahanan pangan, didampingi Dandim 0605/Subang, Letkol Arh.Edi Maryono,Kang Jimat menghadap Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabes AD Jakarta, Senin (15/9) dalam rangka koordinasi dan konsultasi sekaligus permohonan pinjaman alat berat berupa Eksavator untuk mengolah tanah area Perhutani KPH Purwakarta yang akan dijadikan zona ketahanan pangan cluster
Pertanian dan Peternakan.

Baca juga  Rumah Kuno di Purwakarta, Saksi Bisu Kegigihan Anak Bupati Brebes Mengusir Penjajah

Upaya yang dilakukan Kang Jimat bersama Dandim 0605 /Subang Letkol Arh Edi Maryono tersebut merupakan langkah percepatan dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan sebagai bentuk dukungan atas program yang dicanangkan pemerintah pusat di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

“Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan Pak Kasad selain membuat hati saya senang dan bangga, sebagai bentuk dukungan akan rencana program ini, Pak Kasad langsung mengutus tim sebagai tindaklanjut guna melakukan peninjauan ke beberapa titik sasaran yang akan dijadikan lokasi area program ketahanan pangan.Salah satu titik yang ditinjau oleh Tim di wilayah Serangpanjang, tepatnya sekitar jalur jalan baru,” ungkapnya.

Atas nama Pemkab Subang, kata Kang Jimat, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah mendukung dengan mememinjamkan alat berat (Eksavator) untuk mempercepat proses pengolahan tanah.

Baca juga  Menparekraf Audiensi dengan Sejumlah Kepala Daerah, Subang Kenalkan Program 'Jawara Wisata'

“Diharapkan dengan menggunakan alat berat ini, pekerjaan semakin cepat dan
penggunaan lahan yang akan dikelola akan lebih cepat digarap dan tentunya dapat tercipta efisien,” harapnya.

Lebih lanjut, Kang Jimat, terkait rencana program ketahanan pangan pihaknya telah melakukan langkah kerjasama dengan Perhutani KPH Purwakarta.

“Alhamdulillah, rencana program ketahanan pangan ini kita telah melakukan kerjasama dengan Perhutani KPH Purwakarta. Dari luas sekitar 4000 hektar tanah Perhutani di wilayah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) wilayah Serangpanjang, Sagalaherang, Dawuan, Kalijati dan Cipeundeuy, diharapkan terbentuk Kelompok Tani cluster pertanian dan peternakan, “paparnya.

“Untuk para kelumpok tani dan kelompok ternak diharapkan terbentuk klaster pertanian dan klaster peternakan para petani dan peternak. Terutama, di wilayah wilayah ke LMDH Kecamatan Cipendeuy, Dawuan, Kalijati Serangpanjang, dan Sagalaherang,”timpalnya. (Adv).

 

A.Tama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini