Cerita Detik-detik TGPF Intan Jaya Dihadang-Ditembaki KKB di Papua

JAKARTA,Lampusatu.com – Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Sugeng Purnomo menceritakan peristiwa penembakan yang dialami timnya di distrik Hipadita, Intan Jaya. Sugeng mengatakan dalam investigasi ini dipecah menjadi dua kelompok.

“Saya ingin menceritakan awal bahwa tim ini setelah dibentuk kami dibagi menjadi dua tim. Tim investigasi yang jumlahnya lebih besar dipimpin oleh ketua dalam hal ini pak Benny Mamoto. Kemudian tim kedua saya yang membawa tim ini ke Jayapura bersama-sama dengan bapak-bapak yang ada di samping kanan dan kiri saya merupakan tokoh-tokoh Papua yang sudah sangat dikenal di samping itu ada akademisi,” kata Sugeng saat konferensi pers, di Jayapura, Jumat (9/10/2020).

Sugeng menuturkan, tim satu dan dua berangkat dari Jakarta menuju Papua secara terpisah. Tim satu langsung menuju Timika, kemudian melanjutkan perjalanan ke Intan Jaya. Sementara tim dua dari Jakarta tiba di Jayapura langsung melakukan serangkaian kegiatan pertemuan.

Baca juga  Sederet Temuan Evakuasi Sriwijaya Air Hari Ini, Ada 16 Potongan Besar Pesawat

“Kita bertemu dengan jajaran pemerintah provinsi kita ketemu dengan jajaran Polda maupun Kodam dan tadi kita bertemu dengan tokoh-tokoh gereja. Ada 2 sesi kita lakukan pertemuan pagi dan siang sampe sore hari tadi,” tuturnya.

Sugeng mengatakan, pagi tadi tim satu bergeser dari Sugapa menuju Hipadita, Intan Jaya untuk meninjau lokasi rentetan kasus penembakan yang sedang diusut itu. Namun saat hendak kembali ke Sugapa, dalam perjalanan tim satu diserang dari sisi kanan dan kiri.

“Sepulang kita melakukan kegiatan bertemu dengan tokoh-tokoh gereja ternyata saya mendapatkan kabar dari tim 1, bahwa tim 1 yang kemarin berangkat atau bergerak dari Timika menuju Sugapa Intan Jaya dan tadi pagi melakukan pergeseran dari Sugapa menuju Distrik Intan Jaya untuk meninjau lokasi dan berharap bisa bertemu dengan banyak pihak yang bisa menceritakan terjadinya kekerasan maupun penembakan yang terjadi di bulan September itu,” ujar Sugeng.

Baca juga  Laba Bersih SRTG Milik Sandiaga Uno Kuartal I 2019, Capai Rp.1,1 Triliun

“Setelah melakukan kegiatan di Hipadita dan kembali ke Sugapa pada pukul sekitar 15.40 menit, antara 4 atau 5 kilometer menjelang sampai di Sugapa, rombongan dilakukan penyerangan atau penembakan dari sisi kanan dan kiri,” ujarnya.

Akibat penyerangan tersebut, Sugeng menyampaikan satu anggota tim satu yakni Bambang Purwanto menjadi korban penembakan. Dikatakan Sugeng, kaki kanan Bambang tertembak.

Baca juga  Menristek Ingin GeNose UGM-Rapid Test Unpad Jadi Alat Utama Screening Corona  

“Dari kejadian tersebut menyebabkan salah seorang anggota tim investigasi atas nama bapak Bambang Purwanto beliau ini adalah dosen FISIP UGM dan beliau sangat berpengalaman untuk melakukan penelitian yang ada di wilayah Papua maupun Papua barat terkena tembakan di bagian kaki,” tuturnya.

Selain Bambang, Sugeng mengatakan satu orang anggota TNI juga menjadi korban penembakan. Sugeng menyampaikan bahwa keduanya saat ini sedang dirawat di Puskesmas Sugapa.

“Sedangkan korban lainnya adalah satu anggota TNI saat ini kedua korban sedang dilakukan perawatan di Puskesmas sugapa dan sedang diupayakan untuk dilakukan evakuasi untuk dilakukan perawatan lebih lanjut ke Timika,” imbuhnya.

 

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini