Ibu Hamil dan Balita Dapat BLT Rp6 Juta, Cek Syarat dan Caranya

Lampusatu.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) akan diberikan Pemerintah kepada ibu hamil dan balita. Dengan rincian, BLT ibu hamil sebesar Rp3 juta dan BLT balita usia 0-6 tahun Rp3 juta setahun.

Penyaluran BLT kepada ibu hamil dan balita akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. Adapun masa pencairan dilakukan 4 kali, di mulai dari Januari, April, Juli dan Oktober.

Menanggapi kebijakan itu, ada beberapa netizen yang masih bingung bagaimana caranya untuk mendapatkan subsidi tersebut. Karena sosialisasi yang dilakukan oleh Kemensos masih terbilang minim.

Baca juga  Pemberian THR dan Gaji ke - 13 , Pemda Diminta Perhatikan Kemampuan Keuangan

“@KemensosRI apakah benar ibu hamil mendapat BLT 6jt? Gmn cara mendapatkannya ?,” tulis akun Twitter @andisr04455239.

“@KemensosRI Selamat Pagi bapak ibu di kemensos RI. Saya mau tanya syarat dan bagaiamana cara mendaftarkan BLT untuk ibu hamil dan Balita. Terima kasih,” tulis akun Twitter @3df9f57d1ca140f.

Baca juga  Menag Fachrul Razi: Iduladha 1441 Hijriah Jatuh Hari Jumat 31 Juli

Nah, berikut syarat-syarat mendapatkan BLT ibu hamil, Jakarta, Selasa (12/1/2021).

1. Seperti prosedur bantuan lainnya, untuk mendapatkan dana bantuan tersebut ibu hamil wajib memiliki Kartu Perlindungan Sosial.

Baca juga  Tim LIPI Temukan Bukti Penting Sebab Jalan Tol Cipali Ambles

2. Apabila belum memiliki KPS, Bunda bisa telebih mengajukan permohonan kepada RT/RW lalu disampaikan ke kelurahan. Nah, di sini akan diputuskan apakah Bunda berhak memperoleh KPS.

3. Apabila Bunda memang layak mendapatkan dana bantuan maka Kepala Desa akan melaporkan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

4. Setelah prosedur tersebut terpenuhi, Bunda bisa menerima kartu PKH dan mengambil haknya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Setelah para ibu hamil menerima bantuan, ada aturan yang wajib dipenuhi selama kehamilan yakni, Bunda wajib melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan selama 4 kali, yakni pada usia kehamilan 0-3 bulan, usia 4-6 bulan dan dua kali di usia kehamilan 7-9 bulan.

Baca juga  Moeldoko Minta Polisi Cari "Otak" Kelompok Berbaju Hitam saat "May Day"
Baca juga  Kapolri Ingin Pelapor UU ITE Harus Korban, Tak Bisa Diwakilkan

Kemudian pada masa pemeriksaan Bunda akan mendapatkan suplemen vitamin untuk menjaga kesehatan Bunda dan bayi kandungan. Apabila Bunda melahirkan wajib memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan.

Di masa nifas Bunda juga wajib melakukan pemeriksaan hingga memperoleh layanan KB pasca persalinan. Setidaknya 3 kali pada minggu pertama, keempat dan keenam setelah Bunda melahirkan.

Sumber : Okezone.com

Populer

Berita terbaru

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini