KPK Lelang Barang Hasil Korupsi, Dari Telepon Seluler, Laptop, Hingga Empat Keping Logam Mulia Emas

Gedung yang hanya terletak sekitar 300 meter dari gedung lama tersebut rencananya akan mulai ditempati akhir 2015 atau awal 2016 tergantung penyelesaian dan kesiapan gedung yang memiliki tinggi 16 lantai. Gedung tersebut mulai dibangun sejak Desember 2013 dengan nilai kontrak Rp195 miliar direncanakan memiliki 70 ruang pemeriksaan dan gedung penjara yang mampu menampung 50 orang, 40 pria dan sepuluh wanita.

JAKARTA,Lampusatu.com –
KPK kembali melelang barang rampasan negara dari perkara korupsi yang ditangani. Kali ini, barang yang dilelang yakni puluhan telepon seluler, laptop hingga empat keping logam mulia emas.

Dikutip dari situs resmi KPK, lelang dilaksanakan pada Kamis 19 Maret 2020 di KPKNL Jakarta III, Jakarta Pusat. Batas akhir penawaran sampai dengan pukul 15.00 WIB pada hari yang sama.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan negara tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet secara terbuka (open bidding) dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III,” tulis KPK seperti dilihat Rabu (11/3/2020).

Baca juga  Pengantian Nama BIJB Kertajati Menjadi Bandara BJ Habibie Tergantung Keputusan DPRD

Barang rampasan yang lelang itu dari tiga perkara yang berbeda. Pertama perkara kasus korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Irvanto Hendra Budi Cahyo selaku mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera dan Made Oka Masagung. Keduanya divonis masing-masing 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Kedua, perkara suap dana hibah KONI dengan terdakwa Mulyana yang saat itu menjabat Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora. Mulyana dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Baca juga  Pengacara : Kivlan Zein Ditahan Selama 20 Hari

Ketiga, perkara suap proyek air minum SPAM dengan terdakwa Budi Suharto. Budi divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta terkait kasus tersebut.

Kembali pada urusan lelang KPK, setidaknya ada satu unit DVR, Ipod dan 10 unit telepon seluler berbagai merek dilelang dalam satu paket. KPK memberikan harga limitnya Rp 5,3 jutaan dengan uang jaminan Rp 1,1 juta untuk satu paket tersebut.

Kemudian paket kedua, satu unit DVR dan 6 unit telepon seluler berbagai merek. Untuk paket tersebut, harga limitnya Rp 3,2 jutaan dengan uang jaminan Rp 700 juta.

Baca juga  Menristekdikti Siapkan Rp.6 Triliun untuk 400.000 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah

Lalu, satu unit laptop dan telepon seluler. Untuk laptop itu, harga limit Rp 5,2 jutaan dengan uang jaminan Rp 1,1 juta, sedangkan telepon pintar yang dimaksud harga limitnya Rp 6,3 jutaan.

Kemudian, ada juga 4 keping logam mulia emas masing-masing 100 gram. KPK memberikan harga limit masing-masing Rp 68 juta dengan uang jaminan Rp 15 juta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lelang KPK bisa klik tautan ini.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini