Kunker ke Subang, Menteri BUMN Siap Bantu Nelayan Blanakan  Lebih Berdaya

64
Foto : Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan kunjungan kerja dengan menemui langsung para Nelayan di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Sabtu (28/8/2021) siang. (Dok.Menteri BUMN).

SUBANG,Lampusatu.com – Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan kunjungan kerja dengan menemui langsung para Nelayan di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Sabtu (28/8/2021) siang.

Pada kesempatan itu, ia berkesempatan melihat kegiatan lelang hasil laut di pusat pelelangan ikan (PPI) yang dikoordinir oleh KUD Mandiri Mina Fajar Sidik dan mengajak dialog nelayan.

Menurutnya, anggapan nelayan yang identik dengan masyarakat miskin harus diubah. Terlebih profesi nelayan dikenal akan karakternya yang tangguh dan tak mudah menyerah.

Keberadaan Kementerian BUMN bersama perusahaan BUMN pun siap hadir untuk memberikan dukungan kongkrit agar perjuangan nelayan yang ingin lebih berdaya dan kaya secara ekonomi cepat terwujud.

Baca juga  Bengkulu Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 4,4

“Saya mendengar cerita dari pak Dasam, ketua KUD, bagaimana para nelayan disini tetap melaut dan berjuang di era pandemi. Meraka tak berhenti mencari ikan demi memenuhi kebutuhan kita akan sumber protein penting ini. Jadi sudah sepantasnya, kami dan perusahaan BUMN harus mensupport dan mencari solusi atas problem yang dihadapi. Dengan karakter tangguh para nelayan, saya yakin, mereka butuh pendamping agar lebih berdaya dan kaya,” ujar Erick Thohir disela kunjungannya dilansir di laman Republika.co.id.

Dijelaskan Erick, bahwa saat ini
tak kurang dari 3.000 nelayan menggantungkan hidup dalam menjual hasil laut, seperti ikan layur, kembung, layang, dan bawal yang memiliki nilai eknomis tinggi di PPI Blanakan.

Baca juga  Perintah Pertama Soekarno Saat Jadi Presiden: Pesan 50 Tusuk Sate Ayam

Dengan dukungan sekitar 250 kapal berukuran 5 gross tonnage (GT) dan 64 kapal di atas 5 GT, setiap harinya, tergantung musim, tak kurang dari 10 ton hasil laut tersebut mampu dipanen. Bahkan, pada bulan Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, dan November yang merupakan puncak produksi satu hari bisa mencapai 50 ton. KUD yang sudah berusia 54 tahun itu kini memiliki sekitar 600 anggota nelayan.

“Indonesia punya visi “Laut Masa Depan Bangsa”. Hal itu menekankan bahwa laut harus bisa menopang pembangunan nasional, sekaligus meningkatkan kualitas hidup bangsa  di masa sekarang dan akan datang. Problem nelayan mengenai bahan bakar, dana untuk meningkatkan kapasitas kapal agar hasil tangkap bertambah, pengolahan, atau percepatan pembangunan gudang beku siap dicarikan solusi sehingga mereka merasakan bahwa pemerintah dan BUMN hadir,” lanjut Erick Thohir.

Baca juga  Yayasan Harapan Kita: Kami Tak Pakai Uang Negara Kelola TMII Selama 44 Tahun!

Selain KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, di Kecamatan Blanakan sendiri terdapat dua KUD lain, yakni KUD Mina Karya Baru dan KUD Mina Saluyu. Saat ini, di PPI Blanakan tengah dibangun gudang beku yang memiliki kapasitas 30 ton.

Ovan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini