Dana Bantuan Cabor Segera Cair, KONI Kabupaten Subang Gelar Bimtek LPJ

28

SUBANG,Lampusatu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan dan Pengelolaan pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Cabang Olahraga Aggaran KONI Kabupaten Subang Tahun 2020 di Aula Nalendra Hotel, Rabu (9/12/2020).

Kegiatan tersebut bertujuan agar bendahara di pengurus cabang olahraga (pengcabor) terampil membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah yang bersumber dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Subang.

Kegiatan inipun diikuti sebanyak 32 Cabor dan dibuka secara resmi oleh Kadisparpora Subang, Asep Setia Permana.

Wakil Ketua III KONI Subang, Iwan Kurniawan selaku penanggung jawab kegiatan Bimtek tersebut menuturkan, kegiatan ini merupakan program KONI Subang agar bantuan dana hibah dari Pemkab Subang yang akan segera cair untuk para Cabor dapat berjalan baik, tertib, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Selanjutnya, supaya para penerima dana pembinaan dan pemangku kepentingan menjaga konsistensi terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Baca juga  Panglima TNI Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum FORKI 

“Agar bendahara para cabor semakin terampil membuat laporan sehingga tidak ada kesalahan dalam membuat LPJ,” papar Ijek sapaan akrab Iwan Kurniawan.

Ia juga menjelaskan, KONI hari ini melaksanakan tiga prinsip penerimaan anggaran hibah yang realisasikan. Yatitu pertama transparansi, kedua akuntabilitas, dan ketiga efesien dan efektif.

“Sehingga adanya panduan teknis pengelolaan Keuangan KONI Subang sebagai pedoman atau acuan mengenai mekanisme pemberian daa hibah mulai dari proses pengajuan proposal, permohonan dana pembinaan oleh para cabor, penetapan dan penyaluran dana hibah sampai dengan pertanggungjawaban serta monitoring dan evaluasi atas pemberian dana hibah tersebut,”jelasnya.

Ketua Umum KONI Kabupaten Subang, Asep Rochman Dimyati mengatakan tujuannya diadakan bimtek ini berdasarkan Undang-undang Olahraga Nomor 3 Tahun 2005 terkait Pelaksana Kegiatan Olahraga Nasional maupun daerah. Dirinya tidak ingin cabor gagap dalam membuat LPj.

“Itu kan uang negara, jadi pelaporannya harus jelas. Makanya, kita agendakan bimtek untuk memberi wawasan dan ilmu pengetahuan, supaya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten terutama bendahara di masing-masing cabor,” jelas Pria yang akrab disapa ARD ini.

Baca juga  Kejuaraan Open Turnamen Ketepatan Mendarat Paralayang Bupati Subang 2019 Segera Digelar

Ditegaskan dia, dalam penyerapan anggaran hibah oleh para cabor tersebut harus sesuai dengan MPHD . Guna menghindari penyimpangan anggaran untuk pembinaan olahraga .

“Kemudian untuk mempertanggung jawabkan anggaran yang diserap maka nanti seluruh Cabor wajib membuat pernyataan ke KONI untuk menggunakan anggaran tersebut dengan sebaik-baiknya. Hal ini juga agar dikemudian hari cabor tidak akan urusan dengan hukum. Sehingga harus lebih berhati-hati,”tegasnya.

Untuk mendapatkan dana hibah di Anggaran Perubahan tersebut lanjut ARD, bukanlah hal yang mudah. Karena KONI harus meyakinkan Pemerintah.

“Dan hal itu cukup memuaskan,
yang diawal diajukan Rp.25 Miliar dan direalisaikan Rp.10 Miliar saat ini tentunya merupakan perjuangan dari jajaran pengurus KONI Subang,”ujarnya.

“Untuk itu dengan adanya perhatian Pemkab Subang tersebut terhadap kemajuan dunia olahraga Subang terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang sebagai ucapan terimakasih kita buktikan dengan raihan banyak prestasi,”timpalnya.

Baca juga  Jadi Ketua Komisariat SMI, Aprinaldi Buat Akademi Beladiri Tradisional

Apalagi kata dia, dalam Porprov 2022 mendatang Subang didaulat sebagai tuan rumah, ada sebanyak 17 Cabor yang akan dipertandingkan di Kab.Subang.

“Untuk itu saya berharap semua cabor fokus untuk melakukan pembinaan masing-masing atletnya untuk meraih prestasi yang gemilang di Porprov 2022,”jelasnya.

Sementara salah satu peserta, Wahyu Nugraha dari PBVSI Subang menerangkan, kegiatan seperti sekarang sangat penting sebab bisa melengkapi kekurangan sehingga nantinya tidak ada kesalahan saat membuat laporan.

Selain itu, ilmu yang didapat ini juga akan diajarkan kepada juniornya untuk regenerasi agar bisa membuat laporan sesuai aturan yang berlaku.

“Dengan belajar, saya berharap semakin terampil membuat pelaporan. Kami juga regenerasi agar semua bisa membuat laporan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini