Indonesia Mau Bikin Tim MotoGP, Segini Biaya yang Dibutuhkan

JAKARTA,Lampusatu.com – Indonesia akan terjun langsung ke ajang balapan MotoGP seiring rencana membentuk tim Moto2. Biaya berlaga di kompetisi tersebut tidak murah, butuh menyiapkan budget hingga puluhan miliar.

Indonesia Racing Team, yang akan berlaga di kelas Moto2, rencananya akan secara resmi diluncurkan pada 28 Oktober. Hari tersebut dipilih karena bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

Dapat dukungan dari beberapa perusahaan BUMN, Indonesia Racing Team berencana ikut balapan semusim penuh di MotoGP 2021. Mereka tak akan hanya jadi penggembira saja saat Indonesia jadi tuan rumah dalam gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika.

Ketua Indonesia Racing Team, Rapsel Ali, belum mau membocorkan saat ditanya soal besarnya biaya pembentukan sebuah tim Moto2. Namun, sebagai pembanding, di tahun 2018 Giovanni Cuzari pernah membocrokan berapa biaya operasional tim Moto2.

Giovanni Cuzari adalah bos Forward Racing, yang musim ini masih berlaga di Moto2. Dua tahun lalu kepada Crash, Giovanni Cuzari menyebut angka 2,6 juta euro (sekitar Rp 45,1 miliar)sebagai biaya yang dibutuhkan untuk operasional tim Moto2 selama setahun.

Baca juga  Pembinaan Perguruan yang Konsisten, Atlet-atlet Karate Subang Sarat Akan Prestasi

Sebagai gambaran dan perbandingan, seperti ini total pengeluaran tim Moto2 Forward Racing beberapa musim lalu:

PEBALAP

Total Pengeluaran: 200.000 euro (Rp 3,4 miliar)
Pebalap I: 80.000 – 100.000 euro (Rp 1,3 – 1,7 miliar)
Pebalap II: 20.000 – 30.000 euro = (Rp 347,2 juta – Rp 520,7 juta)

Angka tersebut di atas sudah termasuk bonus, yang diberikan pada momen-momen tertentu terkait hasil yang diraih kedua rider.

Motor

Total biaya untuk motor: 550.000 euro (Rp 9,550 miliar)
3-4 buah motor Kalex (konstruktor penyedia motor Moto2): 400.000 euro (Rp 6,9 miliar)
Biaya kerusakan akibat crash: 150.000 euro (Rp 2,6 miliar)

“Anda membutuhkan 3-4 Kalex, karena untuk setiap pebalap Anda membutuhkan satu buah, lalu cadangan satu buah lagi, plus onderdilnya. Ini semua sebesar 400.000 euro. Lalu ada (biaya) kerusakan. Bisa saya katakan ke Anda, sayangnya, itu bisa mencapai 150.000 euro,” kata Giovanni Cuzari.

Baca juga  Subang Jadi Tuan Rumah Downhill Indonesia Seri 3 Nasional

  VR46, Luca Marini (Photo by Toshifumi KITAMURA / AFP)

STAFF

Total Pengeluaran: 570.000 euro (Rp 9,89 miliar)

“Kami membutuhkan kepala kru, mekanik-mekanik…Kami punya 12 staff, plus staff yang bekerja di kantor,” jelas Giovanni Cuzari.

TRAVELING

Total pengeluaran: 500.000 euro (Rp 8,68 miliar)

“Kami menghabiskan 35.000 euro per orang (sepanjang musim). Sebut saja (totalnya) 500.000 euro,” ucap Cuzari.

HOSPITALITY

Total pengeluaran: 250.000 euro (Rp 4,34 milar)

Box: 50.000 euro (Rp 868,2 juta)

Truk (bahan bakar): 60.000 euro (Rp 1,04 miliar)

Kantor: 50.000 euro (Rp 868,2 juta)

Kantor pusat: 40.000 euro (Rp 694,5 juta)

TOTAL BIAYA MOTO2

“Saya bisa bilang ke Anda. Jika memasukkan biaya tambahan, tambahan, tambahan, tambahan lainnya…Angkanya akan mencapai 2.600.000 euro (sekitar Rp 45,1 miliar),” jelas Cuzari.

Baca juga  KONI Jabar Cek Kesiapan KONI Subang Jadi Tuan Rumah Porprov 2022

Meski banyak pengeluaran, Tim Moto2 tentunya juga mendapat pemasukan. Selain dari sponsor yang bisa digaet, setiap tim juga dapat uang dari Dorna.

SUBSIDI DORNA: 150.000-180.000 euro (Rp 2,6 – Rp 3,1 milar)

UANG YANG HARUS DIKUMPULKAN TIM MOTO2: 2.600.000 EURO – 150.000 EURO = 2.450.000 EURO (Rp 42,5 miliar)

UANG DARI SPONSOR UTAMA: 1 – 1,2 juta euro (Rp 17,3 miliar – Rp 20,8 miliar)

Jumlah tersebut tidak sama pada setiap tim. Tergantung pada kebutuhan dan tingkat ‘keseriusan’ sebuah tim dijalankan. Popularitas sebuah tim juga akan sangat memberi pengaruh karena itu akan berefek pada sponsorship yang datang.

Giovanni Cuzari mencontohkan SKY Racing Team VR46. Dukungan dari grup televisi SKY — yang artinya mereka memiliki stasiun televisi sendiri — makin mendongkrak nilai tim.

Sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini