Darurat Covid-19, Belajar dari Keluarga

Jika sekolah kembali dibuka di masa darurat covid-19 ini, anak sekolah di tingkat paud, dasar, dan menengah pasti sangat sulit menjalani skenario new normal. Soal cuci tangan, dan pakai masker, mungkin masih bisa langsung diikuti dengan baik oleh anak sekolah.

Tapi soal menjaga jarak aman satu sama lain atau physical distance, ini yang agaknya sulit dijalani anak sekolah. Butuh penyesuaian yang mungkin memakan waktu lama untuk betul-betul bisa diterapkan.

Kita tidak perlu latah dengan mengikuti langkah sejumlah negara yang sudah kembali membuka sekolah. Sepatutnya kita mesti ambil pelajaran dari Korsel, Perancis, Finlandia yang buru-buru menutup kembali sekolah setelah didapat ada lonjakan kasus.

Pendidikan di sekolah amatlah penting. Tidak ada yang meragukan itu. Tapi keselamatan anak adalah hal yang segala-galanya dan justru di situlah peran pokok negara. Tidak perlu kita pertaruhkan anak dan berjudi dengan Corona untuk buru-buru membuka sekolah. Tidaklah perlu.

Baca juga  Hal-hal Seru dan Bermanfaat yang Bisa Kita Lakukan di Rumah Saat Masa Karantina

Di masa darurat Covid-19 ini, adalah waktunya negara memberikan kepercayaan dan menguatkan institusi keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak.

Saya termasuk yang mendukung kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim soal pembelajaran jarak jauh melalui kanal daring, luring, dan media televisi. Sebagai suatu “digitalisasi pendidikan” dalam kerangka revolusi industri 4.0.

Baca juga  OPINI : Menumbuhkan Budaya Literasi Keluarga Melalui Dongeng

Tapi kita harus terus terang tidak bisa hanya mengandalkan skema pembelajaran jarak jauh tersebut sebagai penyokong pendidikan anak mengingat keterbatasan infrastruktur digital dan keterbatasan lainnya.

Baca juga  OPINI : Penerapan e-Payment dalam Sistem Pembayaran Pemerintah yang Sejalan dengan Kebijakan Ekonomi Makro Nasional

Sehingga hal yang paling mungkin dilakukan untuk pendidikan anak di masa darurat Covid-19 ini adalah pembelajaran dari keluarga.

Bagi anak yang orangtuanya petani, ajak anaknya ke ladang. Ajari anak belajar menanam padi, belajar mengarit rumput, belajar memupuk tanaman, belajar mencangkul, belajar memanen singkong, menanam cabai, mengusir hama dan ajari anak soal bagaimana manjadi petani yang handal.

Bagi anak yang orangtuanya peternak, ajak anaknya ke kandang, ajari anak belajar memberi pakan ternak, belajar menggembala kambing, belajar merawat kandang dan sebagainya.

Bagi anak yang orangtuanya nelayan, ajak anaknya melaut, ajari anak belajar menjalankan perahu, belajar menangkap ikan, ajari anak bagaimana jadi pelaut yang hebat.

Baca juga  Memahami Islam Secara Benar

Bagi anak yang orangtuanya supir, ajari anak, bagaimana merawat kendaraan, mengganti oli, mengganti ban, dan sebagainya.

Jika anaknya perempuan, ajari anak belajar masak nasi, belajar bikin sambal yang enak, bikin kopi yang enak, ajari anak menenun, menyulam, menjahit pakaian sobek.

Jika laki-laki, ajari anak membetulkan genteng, mengganti lampu bohlam, memasang tabung gas ke kompor, memaku dinding, menyambung pipa saluran air.

Baca juga  Hikmah Anak Belajar di Rumah, Lockdown Covid-19

Tentu akan panjang lebar jika disebutkan satu persatu. Karena ilmu dari keluarga sangatlah melimpah. Untuk itu mari kita dukung pemerintah untuk tidak buru-buru membuka sekolah. Sekali lagi, ini waktunya negara memberikan kepercayaan dan menguatkan institusi keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak.

 

Penulis

Fajar Maritim

Berita terbaru

Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Zebra se-Indonesia

SUBANG,Lampusatu.com - Jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di seluruh Indonesia menggelar operasi Zebra tahun 2020 serentak, untuk pengendara di jalan raya. Kegiatan ini berlangsung...

Juventus Susah Payah untuk Imbangi Hellas Verona

Lampusatu.com –Juventus hanya bisa bermain imbang dengan skor 1-1 saat menjamu Hellas Verona dalam giornata kelima Liga Italia 2020-2021. Juve tertinggal lebih dulu dalam...

Arsenal Vs Leicester City: Gol Tunggal Vardy Kalahkan The Gunners

Lampusatu.com -  Arsenal gagal meraih poin saat menghadapi Leicester City di pekan keenam Liga Inggris. The Gunners dipaksa menyerah 0-1 lewat gol tunggal Jamie Vardy. Bermain di Emirates Stadium, London,...

Kades Babakancikao Purwakarta Diamuk Massa: Kursi Melayang, Kaca Pecah, Baku Hantam

PURWAKARTA,Lampusatu.com - Kericuhan terjadi di Desa Babakancikao, Purwakarta. kursi melayang, kaca meja pecah, kepala desa sampai dievakuasi lantaran terjadi baku hantam. Awalnya, tampak puluhan warga yang marah...

Berita Terkait

Juventus Susah Payah untuk Imbangi Hellas Verona

Lampusatu.com –Juventus hanya bisa bermain imbang dengan skor 1-1 saat menjamu Hellas Verona dalam giornata kelima Liga Italia 2020-2021. Juve tertinggal lebih dulu dalam...

Arsenal Vs Leicester City: Gol Tunggal Vardy Kalahkan The Gunners

Lampusatu.com -  Arsenal gagal meraih poin saat menghadapi Leicester City di pekan keenam Liga Inggris. The Gunners dipaksa menyerah 0-1 lewat gol tunggal Jamie Vardy. Bermain di Emirates Stadium, London,...

Kades Babakancikao Purwakarta Diamuk Massa: Kursi Melayang, Kaca Pecah, Baku Hantam

PURWAKARTA,Lampusatu.com - Kericuhan terjadi di Desa Babakancikao, Purwakarta. kursi melayang, kaca meja pecah, kepala desa sampai dievakuasi lantaran terjadi baku hantam. Awalnya, tampak puluhan warga yang marah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini