Temui Menteri Kelautan dan Perikanan, Bupati Subang Ungkap Kesulitan Nelayan Terdampak Pelabuhan Patimban

SUBANG,Lampusatu.com – Bupati Subang, H.Ruhimat bersilaturahmi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam rangka menyampaikan 17 Usulan Program prioritas di sektor perikanan Kabupaten Subang.

Kedatangan Kang jimat sapaan akrab Bupati Subang inipun diterima di Rumah Dinas Menteri di Jalan Widya Chandra V Nomor 26, Jakarta Selatan.

Kang Jimat Kepada Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan RI mengatakan Pembangunan Pelabuhan Patimban sangat disambut baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, akan tetapi tidak dipungkiri bahwa ada beberapa permasalahan yang muncul seiring dibangunnya Pelabuhan Patimban.

“Nelayan kita saat ini kesulitan mencari ikan dilaut karena dibangunnya Pelabuhan Patimban, saya berharap ada perhatian khusus dari Bapak Menteri untuk Nelayan di Kabupaten Subang,”keluhnya.

Terkait permasalahan yang disampaikan Bupati Subang, Menteri Perikanan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu nelayan dan meningkatkan potensi perikanan di Kabupaten.

Baca juga  Terkait Akreditasi RSUD Ciereng, Ruhimat : Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

“Silahkan didata terlebih dahulu kebutuhan ril nelayan yang terdampak pelabuhan patimban, akan tetapi jangan sampai ada oknum nelayan yang memanfaatkan situasi tersebut,” tegas menteri.

Kadis Perikanan Kabupaten Subang, Rahmat Effendi yang juga mendampingi Bupati Subang menyampaikan, selain potensi perikanan tangkap Kabupaten Subang juga memiliki Potensi di perikanan budi daya air payau dan air tawar.

“Kabupaten Subang memiliki 7.186 Ha lahan budi daya air payau dan 2.148 Ha lahan budi daya air tawar, potensi yang luat biasa besar untjk dikembangkan,” jelas Rahmat Effendi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Subang menyampaikan 17 Usulan Program prioritas di sektor perikanan yaitu :
Program perikanan tangkap yang terdiri dari 4 program diantaranya :

1. Pengembangan Armada Perikanan Tangkap di 4 (Empat) Kecamatan Pesisir.

2. Penguatan Ekonomi nelayan dan Perlindungan Nelayan di 4 (Empat) Kecamatan Pesisir.

Baca juga  Hasil Sidak ke Sejumlah Mini Market di Purwakarta, Tim Gabungan Banyak Temukan Produk Rusak

3. Kawasan Kampung Nelayan di 2 (Dua) Desa.

4. Pengembangan Usaha Garam Rakyat, 1 (Satu) Paket.
Program Perikanan Budi Daya Air Tawar yang terdiri dari 3 diantaranya :
1. Pembentukan Kawasan Kampung Carvio Si Jawara (Kawasan Pendederan Benih Ikan Mas) di Kecamatan Pabuaran, seluas 500 Ha.
1. Bioflok Ikan Lele dan Ikan Nila untuk 10 (Sepuluh ) Desa
2. Pembentukan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Ikan Nila di 3 (Tiga) Desa.

Program Perikanan Budi Daya Air Payau yang terdiri dari 4 program diantaranya :
1. Pengembangan Kawasan Udang Paname seluas 100 Ha di Dua Desa. (Desa Tegalurung dan Desa Muara)
2. Pengembangan Budidaya Bandeng PolaTradisional Plus seluas 200 Ha. (Desa Pangarengan, Desa Langensari dan Desa Blanakan)
3. Pengembangan Sentra Pendederan Benih Bandeng di Dua Desa. (Desa Pangarengan dan Desa Jayamukti)
4. Pengembangan Sentra Produksi Ikan Nila Salin, seluas 200 Ha. (Desa Anggasari dan Desa Jayamukti).

Baca juga  Sri Mulyani ke Tito : Biasanya Belanjanya Rp 100 Triliun Jadi Rp.3,5 Triliun

Program Pengolahan dan Pemasaran yang terdiri dari 6 program diantaranya:
1. Pembangunan Sentra Produksi Hasil Olahan Ikan di 6 (Enam) Desa
2. Pengadaan Gudang Beku Ikan Portable di 2 (Dua) KUD
3. Pembangunan Outlet Pemasaran Produk Olahan di 2 (Dua) Desa
4. Pembangunan Pabrik Pengalengan Ikan 1 (Satu) Unit
5. Sarana Pemasaran Ikan Kendaraan Roda 4 (Empat) sebanyak 8 (Delapan) Unit
6. Sarana Pemasaran Ikan Kendaraan Roda 2 (Dua) sebanyak 14 (Empat belas) Unit

Kang Jimat mengatakan dalam rangka mewujudkan Program Jawara Miara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor perikanan. Ia meminta support kepada Menteri Perikanan dan Kelautan untuk ke 17 program tersebut. (Adv).

 

Galih Andika

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini