Connect with us

Pemerintahan

Tahun 2018, Pemkab Majalengka Targetkan Penerimaan dari Pajak Reklame Rp.2,8 Milyar

Published

on

Foto : Istimewa

MAJALENGKA,Lampusatu.com, – Berbagai potensi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Majalengka terus dioptimalkan, termasuk pajak reklame yang dalam beberapa tahun terkahir jumlah penerimaannya terus bertambah.

Upaya optimalisasi penerimaan pajak di semua sektor, khususnya pada pajak reklame ini dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun anggaran 2018 ini, penerimaan daerah dari sektor pajak reklame ditargetkan sebesar Rp 2,8 Milyar.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Majalengka, H Raden Umar Makruf, melalui Kepala Seksi Pajak Daerah, H Deden Busrol mengungkapkan, pada APBD 2018  penerimaan daerah dari sektor pajak reklame mengalami kenaikan bila  dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut dia, tahun lalu target peneriman daaerah dari sektor pajak reklame hanya sebesar Rp 2,3 milyar. Dari target yang diharapkan, mampu direalisasikan sebesar Rp 2,5 milyar.

“Alhamdulillah tahu lalu target penerimaan dapat kita lampaui, dari target Rp 2,3 milyar, terealisasi Rp 2,5 milyar,” ujarnya Jumat (14/9/2018).

Dengan pencapaian tersebut, maka pada tahun 2018 target penerimaan dari pajak reklame dinaikan menjadi  Rp 2,8 milyar. Dari target tersebut, kata Deden, hingga awal September ini secara prosentase dana yang telah masuk ke kas daerah sebesar 79,8 persen.

“Sampai  hari ini dari total target penerimaan Rp 2,8 milyar telah terealisasi hampir 80 persenya,” katanya.

Pihaknya optimis, target penerimaan tahun ini akan dapat terealisasi seperti tahun anggaran lalu, mengingat  waktu untuk melakukan penagihan atau penarikan pada wajib pajak masih cukup memungkinkan.

“Kami optimis target penerimaan pajak reklame tahun ini dapat kami penuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerimaan daerah dari sektor pajak reklame ini setiap tahunnya terus mengalami kenaikan. Pada 2013 lalu, penerimaan pajak reklame masih berada dibawah satu milyar, tepatnya sekitar Rp 700 juta. Angka itu terus bertambah,hingga menjadi Rp 2,8 milyar pada tahun anggaran 2018.

“Pajak reklame ini menjadi satu sektor yang terus digenjot untuk menaikkan PAD tahun 2018,” jelasnya.

 

 

Wartawan : Jaja Sumarja