Connect with us

Pendidikan

Ratusan SMK Taruna Sakti Purwakarta Deklarasi Sebagai Pelopor Sadar Konsumen Cerdas

Published

on

Foto : Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Sakti Purwakarta deklarasikan sebagai pelopor sadar konsumen cerdas yang setelah mendapatkan sosialisasi menjadi konsumen yang cerdas dari Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta, pada kamis (10/10/2019).

PURWAKARTA,Lampusatu.com – Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Sakti Purwakarta deklarasikan sebagai pelopor sadar konsumen cerdas yang setelah mendapatkan sosialisasi menjadi konsumen yang cerdas dari Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta, pada kamis (10/10/2019).

Kepala Diskoperindag Kabupaten Purwakarta, Hj. Karliati Djuanda melalui Kepala Bidang perdagangan, Wita Gusrianita, mengatakan program yang tengah disosialisasikan pemerintah Purwakarta adalah konsumen muda cerdas.

Menurutnya lewat anak-anak sekolah yang cerdas akan mudah melakukan sosialisasi kampanye Konsumen Cerdas.

“Karena itu kita menargetkan anak-anak muda, kalau adik-adik jadi konsumen cerdas nantinya bisa memperluas apa saja juga untuk menyebarkan kecerdasan soal konsumen cerdas,” kata Wita, saat ditemui di SMK Taruna Sakti Purwakarta.

Ia menambahkan, sosialisasi ini digelar mengingat saat ini maraknya peredaran makanan berbahan bahaya, serta berbagai persoalan terkait konsumen juga sudah semestinya diketahui oleh kalangan pelajar.

Baca juga  Luar Biasa, Puluhan murid TK Kemala Bhayangkari 32 Majalengka Galang Dana untuk Korban Tsunami di Sulteng

“Mereka (pelajar) perlu edukasi terkait hal itu. Agar mereka bisa lebih berhati-hati. Misalkan saja mereka membeli suatu makanan, jika mereka sudah menjadi konsumen yang cerdas, tentu mereka akan menghindari makanan yang tidak sehat dan membeli makanan yang higienis, tidak membeli makanan yang mengandung borak, rodamin ataupun formalin,” imbuhnya.

Dengan begitu, tambah Wita, diharapkan konsumen terutama generasi muda paham bagaimana menjadi konsumen yang cerdas. Serta mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat lainnya.

“Mengapa pelajar, karena lewat gaya hidup mereka mampu menyebarluaskan gerakan perlindungan konsumen ini,” ujarnya

Lebih lanjut ia menyampaikan, selama ini masih banyak masyarakat umum yang tidak paham dengan tata niaga yang sehat dan cerdas.

“Kebanyakan kita kalau belanja itu, langsung beli saja bayar ke kasir. Namun tak ngelihat, komposisinya, halalnya. Ini jadi penyakit kita saat ini,” ungkapnya.

Baca juga  Era Globalisasi, Iwa Karniwa Minta Mahasiswa Kuasai Bahasa Inggris & TIK

Lewat para pelajar, mereka generasi muda yang juga wajib sama-sama mensosialisasikan hal ini kepada keluarga, sesama rekan pelajarnya, bahkan media sosial.

“Kami terangkan kepada pelajar bahwa betapa penting menjadi konsumen cerdas untuk kehidupan diri sendiri,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala SMK Taruna Sakti Purwakarta, Yayang Gilang Sonjaya, mengatakan permasalahan konsumen memang penting, maka dari itu Pelajar di SMK Taruna Sakti diberikan pendidikan konsumen yang baik dan cerdas.

“Salah satunya jadi konsumen cerdas adalah dengan memahami tentang bagaimana dia membelanjakan sesuatu, bagaimana dia membeli sesuatu dan bagaimana ketika kita memilih satu buah produk berdasarkan hal-hal yang memang harus diidentifikasi,” ungkap Gilang.

Contohnya, tambah dia, tanggal kadaluarsa, komposisi produk dan lain sebagainya.

Baca juga  Student's Goes To Mountain, Program Unggulan Redam Kenakalan Pelajar SMPNU Darul Falah

“Karena hari ini kalau tidak memahami tentang bagaimana Apa yang akan kita lakukan terhadap pembelian produk tertentu Atau kita belanja di manapun kita sebagai konsumen maka penting sekali bagi kita pemahaman sejak dini,” kata gilang.

Ia menambahkan, saat ini SMK Taruna Sakti tengah melakukan penataan kantin yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

“Kita Sedang pembenahan kantin yang berbasis sertifikasi oleh Dinas Kesehatan, BPOM dan sebagainya. Dan nanti untuk pembelanjaan kita akan gunakan pembelajaran secara non tunai di mana pembelanjaan itu tidak menggunakan uang langsung tapi menggunakan aplikasi yang disebut sebagai dan aplikasi yang tidak biasa makan dengan perbangkan,” pungkasnya. (Gin)

Jabarnews | Berita Jawa Barat

Foto: Ratusan pelajar SMK Taruna Sakti Purwakarta saat diberikan sosialisasi dari Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Purwakarta.