Melihat Utang PTPN Rp43 T yang Dicurigai Erick Bau Korupsi

92
Foto : Dok.PT.PTPN .

Lampusatu.com -Menteri BUMN Erick Thohir mencium aroma korupsi tersembunyi di tubuh PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN. PTPN III selaku induk holding perkebunan perusahaan plat merah ia sebut memiliki utang hingga Rp43 triliun.

“Utang Rp43 triliun adalah penyakit lama dan ini saya rasa korupsi terselubung yang harus dibuka dan ditutup yang melakukan ini,” kata Erick dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).

Lalu seperti apa rincian utang PTPN yang dimaksud Erick?

Dalam laporan tahunan PTPN 2019, total liabilitas mencapai Rp77,65 triliun atau naik 16,03 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca juga  New Normal, PT.Waskita Karya Wajibkan Karyawan Tes Corona Sebelum Ngantor

Utang tersebut terdiri atas utang jangka panjang sebesar Rp41,28 triliun dan utang jangka pendek sebesar Rp36,37 triliun. Jika dilihat lebih jauh, anak-anak perusahaan PTPN memiliki utang yang beragam.

Dalam laporan tahunan 2019, PTPN II memiliki utang dengan total Rp5,4 triliun. Sementara PTPN IV menanggung beban utang dua kali lebih besar hingga Rp10,83 triliun.

Pada tahun yang sama, PTPN V memiliki liabilitas hingga Rp7,4 triliun dan angka ini naik pada tahun berikutnya hingga Rp7,6 triliun. Utang PTPN V didominasi oleh utang jangka panjang dengan nilai Rp5,3 triliun.

Baca juga  Pindad Luncurkan Kendaraan Terbarunya  MV2 4x4, Si Gesit dan Handal !

PTPN VII yang bergerak di bidang karet dan kelapa sawit juga memiliki utang hingga Rp11,56 triliun. Jumlah ini naik pada 2020 dengan total Rp12,25 triliun.

PTPN IX yang bergerak di bidang kebun dan non kebun turut membukukan utang hingga Rp3,5 triliun. Sementara utang PTPN X yang mencapai Rp3,5 triliun justru mengalami penurunan dibandingkan 2018.

PTPN XI mencatatkan utang senilai Rp4,14 triliun. Kemudian, PTPN XII memiliki utang hingga Rp5 triliun dengan kenaikan hingga Rp400 miliar dibandingkan 2018.

Baca juga  Mau Mulai Bisnis Online, Cus Catat 5 Hal Penting Ini

Pada 2018, PTPN XIII memiliki utang Rp6,8 triliun. Sedangkan PTPN XIV memiliki utang terendah di antara seluruh anak perusahaan sebesar Rp1,18 triliun.

Walau dipenuhi dengan segudang utang, Erick mengatakan PTPN telah berhasil melakukan restrukturisasi utang. Namun demikian, ia mengatakan masalah keuangan perusahaan belum tentu selesai.

Ia berharap PTPN dapat melakukan efisiensi secara besar-besaran pada bidang operasional dan menaikkan produksi untuk melunasi utang-utang yang ada.

Sumber : CNNIndonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini