PT.Pertamina EP dan SKK Migas Resmikan SP Bangodua

30

Lampusatu.com -Di tengah pandemi COVID-19, PT Pertamina EP Jatibarang Field yang tergabung dalam Zona 7 Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina berhasil memenuhi komitmen untuk menuntaskan Commissioning Start Up (CSU) dan mengintegrasikan fasilitas pemisahan minyak dan gas serta pengeringan gas yang berada di Stasiun Pengumpul Bangodua (SP BDA).

Puncaknya dilakukan peresmian bersama oleh General Manager Zona 7 dan Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas pada Selasa (31/08).

CSU ini sendiri merupakan upaya yang dilakukan oleh Pertamina EP dalam menjaga kehandalan fasilitas produksi dalam mendukung kelancaran operasional untuk mencapai target produksi migas.

Berlokasi di Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, proses integrasi ini melibatkan beberapa fasilitas produksi yang berada di SP BDA, salah satunya yakni fasilitas Dehydration Unit (DHU). Mekanismenya yakni dengan memproduksikan sumur gas (sumur BDA-03) dan sumur minyak (sumur BDA-04 dan BDA-06).

Baca juga  Menteri BUMN Copot Dirut Jasa Marga

Gas hasil pemisahan dari SP BDA kemudian diproses lebih lanjut menggunakan fasilitas DHU yang dirancang dengan kapasitas 5 MMSCFD untuk memproses gas dari sumur-sumur tekanan tinggi agar spesifikasi gas kering (dry gas) memiliki water dew point atau titik embun air maksimal 10 LB/MMSCF.
Seperti yang disampaikan oleh A. Pujianto selaku General Manager Zona 7, “On stream fasilitas SP BDA merupakan milestone penting sebagai upaya dapat memproduksikan minyak dengan kapasitas gross liquid sebesar 3000 BLPD dan gas 10 MMSCFD serta meningkatkan kualitas gas dengan maksimum kadar air pada gas sebesar 10 lb/MMSCF”.

Baca juga  Jalan Tol Akses BIJB Kertajati Sudah Rampung 100 Persen

Tak lupa A. Pujianto menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim dan stakeholder yang telah mendukung kelancaran operasional selama masa CSU di SP BDA.

“Pencapaian Project SP BDA PT Pertamina EP tidak lepas dari support yang baik dari seluruh stakeholder seperti Ditjen Migas, SKK Migas, seluruh jajaran manajemen Pertamina baik di Holding, Subholding Upstream, PT Pertamina EP, serta seluruh instansi dan pihak terkait. Terima kasih atas dukungannya”, ungkap Pujianto.

Dalam sambutannya, Ardiansyah selaku Kadiv Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas menyampaikan turut mengapresiasi atas tuntasnya proyek ini.

“Pencapaian ini merupakan berita positif yang harus disebarkan ke seluruh industri migas. Dengan selesainya proyek ini diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan produksi minyak dan gas guna mencapai target produksi migas nasional”, ujar Ardiansyah.

Baca juga  Kehabisan Bensin di Tol Layang Japek, Pertamina Siapkan Satgas Bermotor

Senada dengan Ardiansyah, Pertamina EP khususnya Zona 7 ke depannya akan terus melakukan inovasi dan peningkatan pengelolaan aspek keteknikan, rekayasa, dan manajemen serta tetap mengutamakan keselamatan kerja dalam pemenuhan target-target penyelesaian Proyek Hulu Migas.

“Dengan pencapaian ini diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak dan gas dari lapangan Bangadua serta dapat meningkatkan kualitas produksi gas sesuai persyaratan, menjadi booster dan pemicu kepada seluruh insan Migas di seluruh Indonesia untuk tetap bergairah di masa pendemi Covid-19 dalam mencapai target produksi migas nasional dan sekaligus sebagai kado ulang tahun PT Pertamina EP ke-16 yang jatuh pada September mendatang”, tutup Pujianto.

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini