Cegah Penularan Covid-19, Sari Ater Terapkan Prokes Super Ketat

56

SUBANG,Lampusatu.com – Obyek Wisata pemandian air panas di Subang, Jawa Barat dipadati pengunjung pada masa libur Idul Fitri pada hari ini Minggu (16/5/2021). Namun pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Diantaranya mewajibkan para pengunjung menggunakan masker dan dicek suhu tubuh saat memasuki gerbang pintu masuk utama Sari Ater.

Director Sales dan Marketing PT. Sari Ater, Dian Radian, mengungkapkan, di hari terkahir libur lebaran, jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Sari Ater, turun sekitar 3000, dari hari kemarin yang mencapai 4000 pengunjung, karna ada pembatasan wisatawan.

Baca juga  Paguron Pencak Silat Sanalika Adakan Silaturahmi dan Kenalkan Seni Budaya Sunda

Sementara itu, pihak manajemen, menurut Dian, tetap mengarahkan pengunjung menjalankan protokol kesehatan seperti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

Pengunjung objek wisata pemandian air panas Sariater, Desa Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat wajib menjalani rapid test antigen gratis secara acak, Minggu (16/5/2021). Sebelum masuk ke lokasi objek wisata, mereka diarahkan ke posko rapid test antigen di depan gerbang.

Baca juga  40 Penari Cilik Sanggar Tari Putri Sundawa Unjuk Kemampuan di Alun- alun Kalijati

Operasi rapid test antigen yang digelar Satuan Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Subang itu bertujuan untuk mencegah klaster penyebaran Covid-19 di lokasi wisata sari ater.

Aturan protokol kesehatan ketat juga berlaku bagi seluruh karyawan PT Sari Ater.

“Untuk menjaga keselamatan, dan melindungi para wisatawan dan segenap karyawan PT. Sari Ater, dari pandemi covid-19. Pihak managemen, menerapkan protokol kesehatan, di seluruh areal wahana wisata, dan hotel,” terangnya.

Baca juga  Asri Bak Negeri Eropa, Desa Wisata Pandak di Banyumas Mulai Dilirik Wisatawan

“Turun jauh sekali, sementara untuk menghadapi libur panjang ini, target 3 – 6 hari ini mencapai 50% pengunjung,” tandasnya.

Sementara itu, Pengelola Sariater Dian Radian mengaku telah membatasi pengunjung sekitar 3.000 orang.

 

Galih Andika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini