Connect with us

Wisata/Budaya

Mengenal Sosok Pencipta ‘Goyang Jaipong’ Sunda

Published

on

Foto : Gugum Gumbira Tirasondjaja.

SUBANG,Lampusatu.com – Tari jaipongan sudah sangat terkenal di Indonesia. Rasanya hampir mustahil jika ada orang Indonesia yang belum mengenal tari jaipongan.

Ya, tari jaipong kerap ditampilkan dalam berbagai pentas kesenian. Tak hanya itu, tarian tersebut juga kerap dipertunjukan dalam acara dangdut sehingga sering dikenal dengan goyang jaipong. Hampir semua artis dangdut selalu memeragakan gerakan jaipong di atas pentas.

Tapi tahukah kalian siapa sebenarnya yang menciptakan tarian tesebut? Dia adalah sang maestro, Gugum Gumbira Tirasondjaja.  Dilahirkan di Bandung Jawa Barat pada 4 April 1945.

Baca juga  Nikmati Wisata Berbasis Alam di Bukit Pasir Heulang Kawungluwuk

Dia dikenal sebagai komposer Sunda, pemimpin orkestra, koreografer, dan pengusaha. Sebagai seorang koreografer, Gugum punya banyak sekali referensi tari. Saat ini Gugum juga menjadi pengajar seni tari di STSI Bandung.

“Tari jaipongan berakar dari tradisi bukan modernisasi. Seni tari, sejak dulu hingga sekarang sangat dinamis, terhadap tarian tersebut saya tidak mengatakan bahwa tarian tersebut bukan jaipongan tapi saya katakan bahwa itu adalah bentuk kreativitas,” katanya.

Seperti dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, Rabu (12/4) Gugum menyadur berbagai macam gerakan tari yang kemudian dipadukan dengan gerakan pencak silat. Hal itu bertujuan untuk memberikan citra bahwa perempuan yang cantik, luwes, dan menarik hati, mampu mempertahankan diri melalui gerakan-gerakan pencak silat.

Baca juga  Nikmati Suasana Khas Pedesaan Sunda di Desa Wisata Saung Ciburial Garut

Jaipongan mulai debutnya pada 1974. Saat itu, Gugum beserta gamelan dan penari pertamanya tampil di depan umum. Pemerintah kemudian langsung berupaya menekan tarian ini, karena dianggap tidak bermoral. Hal itu dikarenakan tarian ini disebut Ketuk Tilu perkembangan yang memperlihatkan kesensualan perempuan.

Meski demikian, Jaipongan selamat dari larangan setelah Pemerintah Indonesia saat itu melarang musik pop asing selama beberapa tahun. Jaipong kemudian dan menggila pada 1980-an.

Baca juga  Bingung Cari Makan Siang di Purwakarta? Mampir Aja di Sambel Layah

Sekitar dekade 80 hingga 90-an, Gugum menciptakan tarian lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lainnya. Tarian-tarian tersebut merupakan pengembangan dari tari Jaipong. Jaipongan karya Gugum pertama yang mulai dikenal masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong”. Keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian tersebut, muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi.

Sumber : Kabare.co

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *