Connect with us

Wisata/Budaya

Pengelola : Kita Targetkan 15.000 Pengunjung Selama Liburan Panjang Lebaran

Published

on

Foto : Swafoto para pengelola dan pengunjung di lokasi wisata Bukit Pamoyanan Kampung Sudi, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Subang.

SUBANG,Lampusatu.com,-Meskipun bulan puasa baru mau mulai hari besok , Kamis (17/5/2018), namun para pengelola destinasi Bukit Pamoyanan yang berada di Kampung Sudi, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, tengah disibukan dengan berbenah menjelang liburan panjang lebaran/ hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Nampak para pengelola bukit pamoyanan saat ini , selain membuat akses jalan lebih baik menuju lokasi,  juga telah menyiapkan spot-spot baru untuk selfie bagi para wisatawan saat berada dilokasi.

Saat ditemui redaksi Lampusatu.com, Pengeloa  Bukit Pamoyanan Soleh mengaku, pihaknya terus berupaya berbenah untuk liburan panjang lebaran nanti.

Yang pasti kata Soleh, hal pertama yang perlu disiapkan adalah akses jalan menuju lokasi yang lebih baik agar para pengunjung tidak disulitkan saat mendaki keatas bukit.

Selanjutnya, dilokasi telah didukung prasarana lainnya, adanya mushola, mulai dari spot selfie, parkiran kendaraan, wc umum, penataan warung UKM binaan, dan home stay yang menggunakan dome yang dapat digunakan sewaktu-waktu saat dibutuhkan .

“Target kunjungan wisatawan ke bukit Pamoyanan selama liburan panjang lebaran tahun 2018 ini  diprediksi mencapai  15.000 per orang. Sebab, tahun sebelumnya pengunjung hanya mencapi 8000 orang,”kata Soleh.

Untuk harga tiket masuk ke lokasi wisata kata Soleh, dikenakan Rp.Rp.7 Ribu per orang berlalu baik untuk anak-anak dan dewasa.

“Harga tiket dijual disini itu sama dengan hari hari biasa. Bagi mereka pengunjung yang mau bermalam bisa menyewa tenda dome satuan, kita telah siapkan dikenakan biaya rp 60.000/ tenda dengan kapasitas 4-5 orang,”jelasnya.

Sedangkan untuk para pedagang dilokasi lanjut Soleh, pihaknya pun telah menertibkannya agar bisa lebih tertata rapih. Terutama mendukung terciptanya kebersihan dan sedap dipandang dilokasi wisata.

“Para pedagang dilokasi wisatapun akan ditata dengan baik . Mereka para pedagang merupkan warga asli kampung sudi. Dimana kita memberikan kesempatan warga juga untuk berwirausaha . Artinya mereka kita berdayakan,”terangnya.

Seperti diketahui, bukit pamoyanan di desa kawungluwuk ini menjadi destinasi wisata hits di Kabupaten Subang yang banyak di kunjungi wisatawan bukan hanya dari dalam kota , domestik, tetapi sampai wisatawan mancanegara.

Bukit pamoyanan Subang ini
memiliki panorama alam yang menakjubkan yang membuat para pengunjungnya ingin berlama-lama saat sudah berada dilokasi.

Mereka bisa melihat ketinggian diatas gumpalan awan, melihat keindahan sunrise,  dan kita bisa menghirup udara yang masih sejuk dari pepohonan yang disekitarnya masih asri. Hal inipun membuat suasana baru, yang membuat kira rileks jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Menurut keterangan warga setempat, Opik (30), mengapa disebut bukit Pamoyanan. Menurutnya, tempat tersebut adalah tempat orang-orang terdahulu dan juga hewan buas berjemur.

“Pamoyanan itu kan artinya tempat berjemur. Kata cerita orang tua dahulu, dulunya itu adalah tempat hewan-hewan buas atau dan orang sakti yang berjemur di tempat itu setelah berjalan jauh,”tandasnya.

 

Red : Galih Andika