Connect with us

Wisata/Budaya

Prof Matthew Isaac, Dalang Wayang Kulit Asal Inggris yang Buat Terpukau Warga Subang

Published

on

Foto : Pertunjukan wayang kulit keliling pantura yang didalangi Prof Matthew Isaac Cohen dari Inggris mengibur warga masyarakat Subang Senin malam (30/7/2018), di Gor Desa/Kecamatan Tambakdahan, Subang.

SUBANG,Lampusatu.com,- Pertunjukan wayang kulit keliling pantura yang didalangi Prof Matthew Isaac Cohen dari Inggris membuat terpukau warga masyarakat Subang, Senin malam (30/7/2018), di Gor Desa/Kecamatan Tambakdahan, Subang.

Tak sendiri, Prof Matthew Isaac Cohen didampingi dengan Pangreksa Budi dari Cirebon dan Kanda Busana dari Inggris/U. k.

Hadir dalam acara tersebut juga sekaligus menonton gelaran wayang kulit ini Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI  Dr.  H Nadjamuddin Ramly , Plt Bupati Subang H.Ating Rusnatim, Kadisdikbud Kab.Subang H.Sumarna, Kabid Disdikbud Didin Mahfudin, beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI  Dr.  H Nadjamuddin Ramly mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini.

Menurutnya, pentas wayang kulit keliling Pantura ini terselenggara atas kerjasama dan partisipasi secara gotong royong antara Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten/Kota di 10 wilayah Pantura Jawa Barat.

“Pentas Wayang Kulit ini akan berlangsung dari tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus 2018 di 10 (Sepuluh) titik,”katanya.

Ia berharap dengan terselenggaranya program ini pola gotong-royong antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat pewayangan Indonesia, akan semakin erat dalam memajukan wayang sebagai warisan budaya.

“Terlebih dalam melestarikan maupun mengembangkan wayang sebagai salah satu pilar kebudayaan bangsa, hal mana merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,”jelasnya.

Ia pun menyampaikan biografi Sang dalang Profesor Matthew Isaac Cohen. Dimana Matthew adalah seorang sejarawan dan antropolog seni pertunjukan Indonesia yang telah mendalami dan menggeluti Wayang Kulit selama lebih dari 30 tahun.

Lahir di Amerika Serikat dan lulus dari Universitas Harvard dan Yale, menjabat sebagai Profesor Teater Internasional dan Direktur Pusat Pengkajian Teater dan Tari Asia di Royal Holloway, University of London.

“Profesor Cohen mulai belajar wayang kulit pada tahun 1988 sebagai sarjana penerima beasiswa Fulbright di Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta (sekarang: ISI Solo),”ujarnya.

Kemudia dia meneruskan pembelajarannya di Jawa Tengah dan Cirebon dan telah tampil mementaskan Wayang Kulit secara internasional di tempat-tempat bergengsi.

“Seperti British Museum, Harvard University, the Vanvouver Gamelan Festival, Festival of Ideas Cambridge University, Pemakaman Astana Gunung Jati, Sono Budoyo, Festival Wayang Nasional TMII, Linden-Museum Stuttgart dan Yale University Art Gallery,”paparnya.

Sementara Plt. Bupati Subang Ating Rusnatim berterimakasih kepada Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI yang telah melaksanakan kerjasama dan pada kesempatan kegiatan acara ini berjalan sesuai harapan.

“Semoga kedepannya bisa melaksanakan kerjasama kembali terutama semakin banyak kegiatan kesenian dan kebudayaan salah satunya sebagai bentuk nyata upaya dalam pemajuan kebudayaan termasuk kedalam Undang-Undang Kemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017 dalam melestarikan kebudayaan tradisional, khususnya kesenian tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Subang,”pungkasnya.

 

Red : Galih Andika